Maria Pauline Pembobol Bank BNI Akan Sidang Perdana

Bagikan:

Jakarta – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan telah menyelesaikan berkas perkara tersangka kasus pembobolan kas bank BNI cabang Kebayoran Baru senilai Rp1,7 triliun, Maria Pauline Lumowa pada Senin (4/1/2021). Berkas tersebut kemudian akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Telah melimpahkan perkara pidana atas nama tersangka Pauliene Maria Lumowa Als Erry Als Maria Pauliene Lumowa ke Pengadilan Tidaka Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” ujar Kepala Seksi Intelijen Kejari Jakarta Selatan Sri Odit Megonondo dalam keterangan resminya.

Dengan demikian, Maria Pauline akan segera menjalani sidang perdananya. Namun Sri Odit belum menyebutkan kapan sidang tersebut dijadwalkan.

BACA JUGA :  3 Remaja Terekam CCTV Bobol Kotak Amal Masjid di Jakarta Utara

Sebagai informasi, Maria Puline merupakan buron selama 17 tahun setelah membobol kas bank BNI cabang Kebayoran Baru melalui Letter of Credit (L/C) fiktif senilai Rp1,7 triliun. Maria melarikan diri ke luar negeri. Ia baru bisa ditangkap pada Juli 2019 di Serbia sebelum akhirnya diekstradisi oleh pemerintah Indonesia. Dari penangkapan tersebut Maria sudah berganti status kewarganegaraan Belanda.

Atas tindakannya tersebut, Maria dijerat Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Ia terancam hukuman penjara seumur hidup. (sdy/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *