Marie Thomas Dokter Perempuan Pertama DiIndonesia

11/03 19.00 Marie Thomas, Dokter Perempuan Pertama di Indonesia
11/03 19.00 Marie Thomas, Dokter Perempuan Pertama di Indonesia
Bagikan:

Marie Thomas adalah dokter perempuan pertama di Indonesia. Ia mendirikan sekolah kebidanan pertama di Sumatera dan menjadi dokter pertama yang mengenalkan metode kontrasepsi di Indonesia seperti IUD.

Marie Thomas lahir di Likupang, Sulawesi Utara pada 17 Februari 1896. Ia sempat pindah ke bebarapa daerah mengikuti orang tuanya.

Dikutip dari VOA Indonesia, kala itu seorang apoteker perempuan pertama di Belanda, Charlotte Jocobs mendukung Marie untuk mendapatkan beasiswa bagi calon dokter perempuan. Saat itu, Marie baru lulus dari sebuah sekolah Eropa di Manado.

Pada tahun 1912, Marie diterima di School of Training of Native Physicians (STOVIA). Sekolah tersebut sebelumya hanya untuk laki-laki. Pada tahun 1922 Marie lulus sebagai perempuan pertama dari STOVIA dengan gelar Indisch Arts (dokter Hindia). Prestasi kelulusan Marie bahkan diberitakan surat kabar di Belanda.

Marie memulai praktik di RS Cipto Mangunkusumo yang saat itu bernama School of Training of Native Physicians (STOVIA). Ia kemudian pindah ke Medan, Padang, dan Manado. Kemudian kembali ke Jakarta dan bekerja di RS Budi Kemulian, sebuah rumah sakit bersalin yang didirikan Yayasan Sovia.

SOVIA (Studiefonds voor Opleiding van Vrouwelijke Inlandsche Artsen) adalah perkumpulan untuk menggalan dana studi untuk pendidikan dokter wanita Hindia.

Pada 16 Maret 1929, Mohammad Joesoef asal Padang yang juga seorang dokter. Mereka kemudian pindah ke Padang dan menjabat sebagai Pelayanan Kesehatan Masyarakat di sebuah rumah sakit di Padang. Ia menjadi dokter pertama yang memperkenalkan metode kontrasepsi baru di Indonesia seperti IUD. Dalam beberapa laporan menyebutkan, Marie dikenal sebagai dokter yang murah hati dan memberikan layanan medis kepada mereka yang tidak mampu tanpa membayar. Marie kembali ke Jakarta dan bergabung dengan partai politik yang salah satu anggotanya adalah Sam Ratulangi.

BACA JUGA :  Johannes A. Dimara, Pahlawan Nasional Tanah Papua

Marie dan suaminya kemudian menetap di Bukikttingi dan mendirikan sekolah kebidanan pertama di Sumatera. Sekolah tersebut menjadi sekolah bidan kedua di Indonesia. Selama menjadi dokter, ia kerap melakukan penelitian di bidang ginekologi dan kebidanan. Ia juga sering membantu perempuan yang mengalami kesulitan dalam persalinan. Marie Thomas juga menjadi ahli ginekologi dan kebidanan pertama di Indonesia.

Marie Thomas tutup usia di usianya yang ke 70 tahun di Bukittinggi, Sumatera Barat pada 10 Oktober 1966.

Pada 17 Februari 2021, Marie menjadi ikon Google Doodle tepat di hari ulang tahunnya. Sebagai bentuk terimakasih dan menghargai jasanya atas dedikasi tanpa pamrih untuk orang lain dan membuka jalan bagi perempuan di Indonesia untuk mengejar pendidikan kedokteran.

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *