Masa Pandemi, Abdul Halim Minta Data dan Program Pendidikan Lebih Akurat

ABDUL HALIM Wakil Ketua II DPRD / PDIP
Bagikan:

SULBAR – Wakil Ketua II DPRD Sulawesi Barat Abdul Halim berharap pengembangan pendidikan harus terencana dengan baik dalam pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar di masa pandemi. Termasuk pendataan siswa, agar Sulawesi Barat memiliki basis data yang akurat sehingga program pendidikan lebih terencana.

Ditegaskannya, pandemi COVID-19 yang terjadi sampai saat ini merupakan tantangan yang harus dihadapi bersama khususnya bidang pendidikan. Tidak hanya tingkat sekolah menengah atas, tapi hingga tingkatan terbawah seperti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) juga harus diperhatikan kualitasnya.

“Pendidikan dengan pendampingan di rumah bukan sebatas formalitas semata. Tapi harus pula ditekankan pada koordinasi, agar kualitas tetap terjaga. Seperti PAUD misalnya, bukan sebatas formalitas,” jelas Abdul Halim dalam keterangannya, Senin (4/1/2021)

Maka, sambung Abdul Halim, diperlukan koordinasi yang baik antar pemangku kepentingan untuk menjaga keberlangsungan proses pembelajaran di semua jenjang pendidikan. “Sekali lagi, ini bukan formalitas ya, harus kita rawat semangat bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah kita,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.

Untuk PAUD, contoh Abdul Halim, persoalan data anak yang menjadi sasaran PAUD harus dibuata secara akurat dan rinci. “Kami meminta Balai Pengembangan PAUD (BPPAUD) melakukan pemutakhiran data anak yang sasaran PAUD secara berkesinambungan, dengan selalu berkoordinasi pihak terkait,” imbuhnya.

Pemutakhiran data sangat penting untuk memastikan semua anak setelah tamat PAUD tetap dapat bersekolah dan melanjutkan pendidikan. “Semangat masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembinaan PAUD harus diberi perhatian secara merata dan proporsional, sehingga pendidikan PAUD bisa berkembang,” katanya.

Selain itu, kedepankan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan kegiatan pembinaan PAUD maupun pengembangan kualitas mutu para guru dan tenaga kependidikan PAUD.

Menurut dia, pembinaan pendidikan yang ditujukan kepada anak di bawah usia enam tahun, untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani pada usia emas, agar mereka memiliki kesiapan memasuki pendidikan lebih lanjut.

BACA JUGA :  Bustami Zaindudin Mengenal Syekh Ali Jaber sebagai Sosok Peyabar

“Saya mengapresiasi upaya yang telah dilakukan BP PAUD dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di Sulbar, khususnya pembinaan anak usia dini dan maupun pendidikan luar sekolah serta pengembangan kualitas mutu para guru dan tenaga kependidikan PAUD,” jelasnya. (ijs/ful)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar