Masih Ada Pengungsi Gempa Sulbar Di Perbukitan, Ikatek Unhas Antarkan Bantuan

Tim Relawan Kemanusiaan Ikatan Alumni Teknik Universitas Hasanuddin (Ikatek Unhas) menyalurkan bantuan kepada para korban gempa di Mamuju (19/01/2021). Foto: Ikatek Unhas
Bagikan:

Mamuju – Para korban gempa Sulawesi Barat masih berada di 25 titik pengungsian, termasuk mereka yang memilih berada di perbukitan.

Hari ini, hari kelima sejak gempa mengguncang Majene dan mamuju, bantuan datang dari berbagai elemen masyarakat. Tim relawan kemanusiaan Ikatan Alumni Teknik Universitas Hasanuddin (Ikatek Unhas) menyalurkan bantuan kepada para korban gempa yang kehilangan tempat tinggal, atau belum dapat kembali ke rumahnya yang rusak.

Koordinator Tim Relawan Ikatek Unhas untuk Gempa Sulbar Majene-Mamuju, Muhammad Syukri Turusi mengungkapkan, pihaknya memprioritaskan daerah-daerah terisolir yang mungkin belum terjangkau bantuan publik sebelumnya.

“Kami mendistribusikan logistik ke 4 titik lokasi sulit. Di antaranya di puncak perbukitan Mamuju,” katanya, Selasa (18/1/2021).

Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan bahan pokok yaitu makanan dan obat-obatan. Bantuan ini diangkut dari Posko Induk Ikatek Unhas di Jl AP Pettarani, Samping kantor Pengadilan Negeri Mamuju dengan menggunakan mobil dan dilanjutkan berjalan kaki.

“Dengan semangat kemanusiaan, kami ingin berbuat sesuatu untuk saudara-saudara kami yang terdampak bencana ini,” lanjut Ruli, sapaan akrab Syukri Turusi.

Seorang pengungsi mengaku terbantu dengan paket bantuan tersebut. Reza (40), pengungsi yang menerima bantuan ini mengaku bersyukur masih banyak pihak yang memikirkan para korban seperti dirinya.

“Alhamdulillah paket ini sangat membantu kami sekeluarga dan para pengungsi lainnya di sini. Semoga hal ini bisa berlangsung secara berkelanjutan,” ujar Reza, yang rumahnya roboh hingga rata dengan tanah.

Ia kini mengungsi di penampungan yang didirikan di depan kantor Bupati bersama puluhan warga lainnya.

BACA JUGA :  BNPB Beri Dana Stimulan Korban Gempa, Berikut Besarannya

Ia mengisahkan, saat gempa bumi dengan magnitudo 6.2 Skala Richter mengguncang Mamuju, Jumat (15/1/2021) lalu, ia sekeluarga sedang tidur. Namun ia dan keluarganya masih sempat lari menyelamatkan diri.

Ketua Ikatan Alumni Teknik (Ikatek) Universitas Hasanuddin (Unhas) Haedar A Karim mengajak semua elemen bahu membahu membantu warga Majene dan Mamuju yang terdampak musibah gempabumi.

“Mari kita membantu saudara-saudara kita di Majene dan Mamuju yang terdampak gempa bumi, beberapa hari lalu,” ujarnya.

Pihaknya menurunkan tim relawan yang menyalurkan beras 350 kg, mi instan 15 dos, Air mineral 10 dos, popok balita 3 dos besar, minyak telon 70 pcs.

Lalu Susu kaleng 70 pcs, Snack 70 pcs, Sarung 70 pcs, Selimut 70 pcs, Minyak kayu putih 70 pcs, dan Autan 2 dos.

Saat ini masih ada beberapa barang dan perlengkapan yang sangat dibutuhkan oleh pengungsi di lokasi pengungsian.

Barang-barang itu seperti perlengkapan bayi berupa selimut balita, popok balita, kelambu bayi, kasur bayi. Kemudian pakaian dalam wanita dan pria.

“Lalu susu formula untuk balita. Selimut dan sarung. Perlengkapan mandi, Tikar dan Terpal dan bahan makanan,” ujar Haedar. (Mjr/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *