Masih Hobi Blusukan, Risma Menteri Rasa Walikota

Bagikan:

Jakarta – Mengawali pekan pertamannya, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini (Risma) pagi-pagi sudah berada di kolong jembatan, dekat kantor barunya di Kementerian Sosial, Jalan Salemba Raya 28, daerah Pasar Senen, Jakarta Pusat hari ini, Selasa (29/12/2020).

Mengenakan kemeja putih, jilbab hitam, dan sarung tangan hitam, Risma mengawali blusukan ke flyover Pramuka, di belakang kantornya, pukul 7 pagi. Dalam blusukannya itu Risma didampingi Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos, Harry Hikmat dan Inspektur Jenderal Kemensos, Dadang Iskandar.

Di sana, Risma berdialog dengan seorang pemulung dan istrinya yang hendak bersiap memulai rutinitas. Segala hal ditanyakan Risma. Mulai dari pendapatan, hingga tempat tinggal.

Dengan malu-malu keluarga pemulung itu mengatakan pendapatan mereka setiap bulannya Cuma Rp800 ribu. Sebagian digunakan untuk memenuhi kebutuhan bertahan hidup di Jakarta, dan sebagiannya lagi mereka kirimkan ke anak mereka di kampung halaman. Sementara soal tempat tinggal, para pemulung menetap di kolong jembatan.

Dengan gaya khasnya seperti saat masih memimpin Surabaya, Risma mengajak keluarga pemulung tersebut pindah, tidak tinggal lagi di kolong jembatan.

“Bapak-ibu saya carikan rumah, jadi enggak perlu ada biaya ngontrak. Tetap cari sampah seperti ini,” ajak Risma.

Risma juga memberikan janji ke mereka, sampah-sampah dari Kemensos akan diberikan kepada keluarga pemulung tersebut. “Nanti sambil saya ajari usaha. Masak mau terus kaya gini, ya. Mau ya,” bujuk Risma lagi. Sementara si pemulung hanya mengangguk-angguk saja.

Setelah setengah jam berdialog dengan keluarga pemulung yang ditemuinya, Risma melanjutkan blusukan ke bagian bawah jembatan. Dia menuruni flyover dengan memanjat tangga kayu seadanya yang dipasang warga setempat.

Di kawasan aliran Sungai Ciliwung itu, Risma menyaksikan langsung kehidupan warga yang tinggal di bawah jembatan. Kondisi pemukiman berupa bedeng-bedeng tak permanen tersebut nampak berantakan. Kasur lusuh yang tergulung berisi bantal guling yang Nampak lebih lusuh, lemari butut, dan segala peralatan rumah tangga yang berserakan  bantal,  gulung lusuh, lemari butut, peralatan mandi, dan sandal jepit berserakan menjadi pemandangan umum di pemukiman kolong jembatan itu.

BACA JUGA :  Penemuan Black Box CVR Lengkapi Proses Investigasi Sriwijaya SJ-182

Risma kemudian menyusuri bantaran kali sambil menyapa satu-satu penghuni di sepanjang kawasan ini. Seperti yang disampaikan kepada keluarga pemulung yang ditemuinya tadi, Risma juga mengajak para penghuni lainnya di pemukiman kolong jembatan itu untuk pindah.

“Bapak-ibu, saya hanya ingin penjengan tinggal di tempat yang lebih baik. Ayo pak, mau ya pak,” bujuk Risma. Warga kolong jembatan hanya meresponnya dengan iya-iya dan mengangguk saja.

Setelah itu, dari bantaran kali, Risma melanjutkan blusukannya dengan pergi meninjau Balai Rehabilitasi Sosial Eks Gelandangan dan Pengemis Pangudi Luhur di Bekasi.

Balai Pangudi Luhur menyelenggarakan rehabilitas sosial yang bersifat sementara. Di sini para gelandangan dan pengemis alias gepeng mendapat layanan vokasi dalam jangka waktu tertentu. Selanjutnya, pemberdayaan dilakukan, dengan menggandeng pemerintah daerah.

Mengenai kegiatan blusukan yang dilakukan Risma hari ini, warganet ramai mengomentari. Banyak diantara mereka yang menyebutnya Risma sebagai menteri rasa wali kota.

Risma sebelumnya memang sudah menyatakan tidak akan mengubah gaya kepemimpinannya. Dia akan tetap blusukan sebelum melakukan tugas-tugas rutin sebagai menteri. Hal itu sudah dimulai Minggu (27/12/2020), saat Risma menyapa para penyandang disabilitas intelektual di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Warganet lain mengingatkan, sebagai menteri, tugas Risma jauh lebih besar. Tak cuma blusukan, tugas manajerial sebagai menter juga sangat penting untuk dijalankan.

“Turba alias blusukan itu penting. Tapi yang lebih penting itu hasil kinerja secara nasional, yaitu: rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, perlindungan sosial, dan penanganan fakir miskin. Lihat hutannya, Bu. Jangan ngurusin satu dua pohon saja,” komentar salah satu akun warganet  @mana_buktinya.

(Nad/IJS)

Bagikan:
Editor: Nadeem

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *