Masuk Bursa Pilpres 2024, Amran Harus Jalin Komunikasi Dengan Pimpinan Parpol

Amran Sulaiman (foto: kumparan.com)
Bagikan:

Jakarta – Cukup lama tak terdengar di panggung politik, nama Amran Sulaiman kembali meramaikan jagat perpolitikan nasional. Sejumlah survei memunculkan nama Amran sebagai salah satu kandidat potensial dalam bursa bakal calon wakil presiden di Pemilihan Presiden 2024.

Dari survei yang digelar Kelompok Diskusi Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) misalnya, nama Amran cukup menonjol dalam kategori sosok yang jujur, bersih, tegas, anti mafia serta memiliki kinerja yang baik di mata publik.

Amran muncul di peringkat keenam dengan raihan 8,7% suara responden untuk kategori tokoh yang disukai publik dalam survei yang dilakukan periode Mei-Juni 2020 itu. Iapun lantas disebut-sebut sebagai calon kuda hitam dari kawasan timur Indonesia.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai, mencuatnya nama Amran yang diduetkan dengan tokoh-tokoh besar seperti Anies Baswedan, Ridwan Kamil hingga Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024 tidak mengherankan.

Amran dinilai sebagai salah satu tokoh potensial di Timur. “Figur Andi Amran Sulaiman memang sangat kuat di Indonesia Timur. Setelah JK, dia satu-satunya tokoh dari timur yang melejit,” kata Hendri Satrio.

Menurut dia, kekuatan elektoral pada Pilpres 2024 harus mengakomodir figur dari Indonesia Timur, seperti pada Pilpres 2004, di mana pasangan SBY-JK mengalahkan pasangan Megawati-Hasyim Muzadi dan pada Pilpres 2014, pasangan Jokowi-JK mengalahkan pasangan Prabowo-Hatta.

JK saat itu satu-satunya tokoh Indonesia Timur yang menjadi electoral booster bagi SBY pada periode pertama ketika menantang petahana Megawati (Pipres 2004), dan juga Jokowi pada periode awalnya saat head to head dengan Prabowo-Hatta (Pilpres 2014),” ujar Hendri.

Lebih lanjut Hendri mengatakan, jika ada capres yang kuat di wilayah Indonesia Barat (atau Pulau Jawa), menggandeng Amran, maka dia memprediksi akan menjadi paket yang kuat pada Pilpres 2024, seperti ketika SBY-JK dan Jokowi-JK memenangkan Pilpres.

BACA JUGA :  Ahmad Bastian Soroti Kendaraan Muatan Berlebih Sebabkan Jalan Rusak di Tubaba

“Amran kuat di Indonesia Timur maka memang sebaiknya berpasangan dengan tokoh yang juga kuat di wilayah Indonesia Barat,” ujar Hendri.

Terkait kendaraan politik, Hendri mengatakan, Amran tidak perlu terlalu khawatir, sebab ia dinilai cukup mantap jika berpasangan dengan jago-jago dari PDIP.

Jika dengan PDIP agak sulit, lanjut Hendri, Amran juga idel jika bersanding dengan Prabowo. “Ini karena Pak Probowo selalu perlu jagoan dari timur Indonesia. Selama ini dia tidak pernah berpasangan dengan tokoh dari timur Indonesia makanya selalu kalah. Mungkin saja bila berpasangan dengan jagoan dari timur Indonesia, saya rasa peluangnya besar,” ucapnya.

Senada dengan pendapat Hendri Satrio, Direktur Eksekutif Suara Nasionalis Indonesia (SNI) Suanto Buang menilai, geopolitik, Pulau Jawa-Indonesia Timur pada Pilpres 2024, tidak bisa dinafikan.

Saat ini, Gubernur Jawa Tengah, Gandjar Pranowo, mendulang popularitas dan elektabilitas yang tinggi di Pulau Jawa karena prestasinya sebagai kepala daerah dianggap berhasil.

“Kalau Ganjar berpasangan dengan AAS (Andi Amran Sulaiman), maka ini menjadi paket yang kuat dan mencerminkan geopolitik yang ideal, sama ketika SBY-JK pada Pilpres 2024,” kata Suanto, dalam siaran persnya Selasa (2/3/2021).

Dia menilai, secara geopolitik, Ganjar-AAS saling melengkapi. Ganjar tokoh dari Jawa dan AAS tokoh dari Indonesia Timur yang sama-sama berprestasi.

Dilirik Partai Politik
Munculnya nama Amran di bursa Pilpres 2024 bisa jadi bukan sekadar cek kosong karena beberapa parpol memang mulai melirik namanya. Nama Amran sendiri menjadi pembicaraan publik setelah Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Selatan (Sulsel) mewacanakan untuk memaketkan pasangan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dengan Amran.

Ketua DPW PKB Sulsel Azhar Arsyad mengatakan, Cak Imin yang dikenal sebagai agamais dan merupakan anak kiai harus didampingi oleh wakil yang backgroundnya nasionalis dan yang paham soal lika-liku kepentingan bangsa, baik itu disegi keamanan, politik, dan juga ekonomi.

BACA JUGA :  Klaster Kantor Dominasi Kasus Covid di Bandar Lampung, Senator Bastian Soroti Prokes

“Saya kira, bapak mantan Mentri Pertanian Amran sulaiman adalah orang yang tepat untuk mendampingi Cak Imin,” jelasnya.

Selain PKB, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga ikut-ikutan melirik Amran. Ketua Departemen Ekonomi BWP DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Koordinator Sulawesi Ustadz Rusdi Hidayat Jufri menyebut nama Amran layak disandingkan dengan kader unggulan PKS seperti salah satunya, DR H. Salim Segaf Al Jufri, Ketua majelis syuro, yang juga mantan Menteri Sosial dan Dubes Indonesia untuk Arab Saudi.

Alasannya, nama Amran sangat potensial mewakili tokoh dari bagian Timur Indonesia. “Bukan hanya terkait Geopolitik, tetapi juga terkait Budaya politik. Perpaduan budaya Timur Barat, seharusnya bisa menjadi kolaborasi dan mewakili semangat gotong royong,” jelasnya.

Rusdi mengatakan, kehadiran sosok Salim Segaf al-jufri yang sangat mewakili eksistensi dari organisasi Islam, baik tradisional maupun yang modern. Dan akan menjadi sangat mandiri dan profesional, jika bisa dipasangkan dengan pengusaha sukses, pejuang ekonomi umat dan rakyat seperti Andi Amran Sulaiman.

“Ini akan sangat menarik jika dua sumber daya yang kuat menyatu, ekonomi dan ummat yang merindukan perubahan,” tuturnya.

Yang tidak bisa dilupakan, kata Ustadz Rusdi, kekuatan jaringan luar negeri dari kedua tokoh di atas. Salim Segaf sangat kuat jaringan ke timur tengah khususnya Qatar dan Saudi Arabia. Dengan raja Salman beliau sangat dekat, khususnya ketika Salim menjadi duta besar di Saudi Arabia, raja Salman saat itu masih menjabat sebagai gubernur. Sedangkan jaringan Andi Amran Sulaiman tapak jejaknya sudah demikian luas hingga ke luar negeri.

Ketua DPW PKS Sulsel Amri Arsyid mengatakan, walau masih membutukan penggodokan mendalam dan prosedur yang panjang, nama Andi Amran Sulaiman dalam internal PKS Sulsel memang telah masuk dalam radar sebagai pendamping Habib Salim. “Kita membutuhkan ketewakilan antara Barat dan Timur Indonesia, dan di sana dalam radar kami, nama Andi Amran Sulaiman cukup representatif,” tandasnya

BACA JUGA :  Bontang Inovasi Tenaga Surya, Ketua DPD RI Dorong Percepatan Energi Terbarukan

Utamakan Perbaikan Ekonomi
Menanggapi ramainya perbincangan terkait potensi masuk unggulan bursa bacapres/bacawapres 2024, Amran Sulaiman menanggapi dengan santai. “Masuk ke kancah politik apalagi tarung di Pilpres belum terbesit di benak saya saat ini,” kata CEO Tiran Group itu, Sabtu (6/3/2021).

Amran mengaku, saat ini, dirinya hanya ingin fokus kelola bisnis dan berjuang dalam pembenahan ekonomi yang porak-poranda diterpa pandemi Covid-19. “Saya fokus di bisnis. Bangsa ini lagi mengalami resesi ekonomi, belum sepenuhnya pulih. Saya fokus memperjuangkan ekonomi bagaimana caranya kita bisa bangkit,” tegas Amran.

Amran mengaku fokusnya tak ingin terbelah dengan runyamnya perpolitikan nasional. Ribuan tenaga kerja yang bekerja dengannya harus ia jaga dengan penuh tanggung jawab. Apalagi Amran telah berikrar tak ingin melakukan PHK.

“Saya punya 30 perusahaan, ribuan tenaga kerja. Ini harus dijaga dan dikawal dengan baik. Kalau saya tidak fokus, bisa bahaya saya punya karyawan. Karena saya sudah tekankan kepada seluruh direktur jangan sampai ada PHK,” ujarnya.

Untuk saat ini, kata Amran, ia tak ingin berpikir muluk-muluk memikirkan maju di Pilpres 2024. Pemulihan ekonomi masih menjadi prioritas Amran. “Intinya saya ingin berbuat untuk negeri ini lewat pemulihan ekonomi akibat pandemi. Itu dulu. Ekonomi belum baik 100 persen seperti sediakala. Kita anak bangsa harus bahu membahu. Saya fokus ekonomi dan bisnis,” pungkasnya. (MAR/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *