Masyarakat Murmansk Sambut Matahari Terbit, Usai Jalani 40 Hari Gelap Gulita

Pemandangan matahari terbit di Murmansk. (Foto: Instagram/Pikabu)
Pemandangan matahari terbit di Murmansk. (Foto: Instagram/Pikabu)
Bagikan:

Jakarta – Peristiwa matarahari terbit awal tahun di Kota Murmansk, Rusia menjadi sorotan warganet hingga masuk ke dalam trending pagi ini. Momen penting bagi sebagian masyarakat daerah ini terjadi pada Senin kemarin.

Beberapa warga Murmansk di ujung utara kota, pergi keluar untuk menyapa matahari terbit. Mereka dapat memandangi langit gelap berubah menjadi berwarna merah jambu di atas stepa wilayah Murmansk. Hal ini menjadi tradisi setiap tahun.

Bacaan Lainnya

Setelah menjalani 40 hari gelap gulita, kini masyarakat dapat memulai minggu kerja pertama tahun ini.

Fakta uniknya matahari di kota ini bersinar selama 63 hari, sedangkan malam berlangsung selama 40 hari. Kedua fenomena ini dipengaruhi oleh posisi rotasi bumi terhadap matahari.

Ketika musim panas kutub utara condong ke arah matahari, sehingga matahari tidak pernah terbenam. Bila musim dingin kutub utara akan menjauh dari matahari, sehingga langit menjadi gelap.

Berdasarkan tangkapan Sciograf pada Selasa (19/01/2021) pukul 10.12 WIB, postingan yang dirilis kompas.com ini mendapat share count alias dibagikan sebanyak 168 dan 187 komentar. Selain itu, berita ini mendapat 1.373 reaction dan 1.728 engagement.

Sciograf adalah layanan Big Data dengan teknologi end to end encryption, yang terdiri dari web/robot crawler, indexing/clustering dan analisis berbasis teknologi big data.

Sciograf dapat memenuhi kebutuhan data terkini dengan keluaran data bervolume sangat besar dan berkecepatan tinggi serta menghubungkan data dengan berbagai format. (CNC/IJS)

Bagikan:
BACA JUGA :  Banyak yang Meninggal, Kemenkes Belum Beri Vaksin Untuk Usia 60 Tahun

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *