Mengenal Program Satu Desa Satu Hafiz dari Syeikh Ali Jaber

Syeikh Ali Jaber meresmikan Pondok Pesantren Terpadu Daarusyifa di Lapas Narkotika Jakarta (
Syeikh Ali Jaber meresmikan Pondok Pesantren Terpadu Daarusyifa di Lapas Narkotika Jakarta (Foto: Kemenhukam)
Bagikan:

Bandung – Salah satu program Jawa Barat yang mendapat inspirasi dari Syekh Ali Jaber yaitu “Program Satu Desa Satu Hafiz”.

Ridwan Kamil mengatakan,“Dakwah beliau untuk melahirkan penghafal Al Qur’an akan kami teruskan di Jawa Barat. Salah satunya inspirasi beliau yaitu Program Satu Desa Satu Hafiz, yang saat ini sudah lebih dari 2 ribu desa di Jawa Barat memiliki Hafiz Al Qur’an,” ujar Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Bacaan Lainnya

“Syekh Ali Jaber adalah ulama panutan kita semua yang sangat luar biasa dakwahnya dan saya pribadi sering bertemu beliau,” ujar Kang Emil.

Ridwan Kamil sempat bertemu Syekh Ali Jaber di Lampung pada 13 September 2020 lalu dan disiarkan akun Instagram pribadinya.

“Dan saat terakhir live IG berbicara tentang bagaimana akhlak almarhum menghadapi orang- orang yang dhalim, atau orang- orang yang bertindak tidak seharusnya,” ujar suami Atalia Praratya itu.

Kang Emil mengatakan satu hal yang dipetik dari Syekh Ali Jaber, “bahwa berakhlak lebih penting daripada ilmu. Akhlak harus diutamakan daripada ilmu, itu hal yang saya pelajari dari beliau.

Setinggi – tingginya ilmu kita, kalau tidak memiliki akhlak, tidak ada nilainya diri kita. Semoga semua yang ditinggalkan bisa diberi kesabaran,” ujar Kang Emil.

Sementara itu, Anggota Komite II DPD RI, Bustami Zainudin mengatakan, Syekh Ali Jaber merupakan tauladan, sosok yang memiliki ilmu dan kemampuan dalam memberikan edukasi dan pendekatan yang baik. Sosok yang ramah dan tak jarang candanya penuh makna dan berisi. “Banyak ilmu yang telah diberikannya. Kelembutan dan kesabarannya merupakan ciri khas pendakwah yang penyayang,” imbuh Senator Asal Lampung itu.

BACA JUGA :  Ini Modus Sekdes di Bogor Bisa Kantongi Rp54 Juta Dana Bansos

Ya, pendakwah kharismatik itu meninggal dunia setelah dinyatakan mengidap penyakit Covid-19, meskipun kesehatannya sempat dikabarkan membaik.

Bustami menambahkan, di usia 10 tahun, Syekh Ali Jaber sudah mampu menghapal 30 juz Alquran. Bahkan di umur 13 tahun, Syekh Ali mendapat amanah untuk menjadi imam di salah satu Masjid Kota Madinah.

“Sosok kharismatik. Dakwahnya menyejukan umat, dan kesabarannya patut menjadi contoh. Peristiwa penusukan yang dialami beliau saat di Lampung, adalah cermin begitu tebal kesabaraannya. Sosok pemaaf. Kita tentu merasa kehilangan,” tutur mantan Bupati Way Kanan dua periode itu.

Sebagai informasi, Syekh Ali Jaber meninggal pada usia 44 tahun, pada hari Kamis pukul 08.30 pagi di RS Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Sebelum wafat beliau telah dinyatakan negatif Covid- 19. Beliau sempat mengalami kritis sehingga dokter harus memasang alat pacu jantung.

(FWI/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *