Menko Perekonomian: Satu Plasma Konvalesen Bisa Sembuhkan 100 Pasien Positif Covid-19

Airlangga Hartato, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional
Airlangga Hartato, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (Foto: Menko Kemenko Perekonomian)
Bagikan:

Jakarta – Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong penyintas Covid-19 bersedia mendonorkan plasma konvalesen untuk membantu pasien yang masih dalam perawatan.

Ia menjelaskan, hal itu menjadi cara lain selain vaksinasi yang sudah bergulir dari pemerintah. Ketua Umum Fraksi Partai Golkar mengungkapkan donor plasma menjadi bagian dari 3T, yakni metode Treatment.

Bacaan Lainnya

“Mau kapan lagi, kita bersyukur dan berkontribusi untuk menyelamatkan sesama manusia. Kita niatkan, gerakan donor plasma darah ini sebagai bagian dari bersykur sekaligus menyelamatkan warga Indonesia,” ucap Airlangga.

Melalui program ini, Airlangga mengharapkan pemerintah bisa menekan angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia. Dalam unggahan sosial media, Airlangga tampak sudah mendonorkan plasma kovalesennya pada pencanangan Gerakan Nasional Donor Plasma, Senin (19/1) kemarin.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) juga mengaku pernah terinfeksi Covid-19, namun sudah dinyatakan sembuh. Ia berharap, pendonoran plasma ini sebagai bentuk ungkapan syukurnya karena bisa bertahan dan sembuh dari Covid-19.

“Saya sudah melakukan persiapan sebelum melakukan pendonoran. Mulai dari, menerapkan pola hidup sehat, dan menjalani pemeriksaan dokter. Saya ingatkan, tanpa status sehat dari dokter, calon pendonor tak bisa menyumbangkan plasma darahnya,” ujar pria asal Surabaya itu.

Menurut data dari Covid.19.go.id, hingga Selasa (19/1/2021) sudah ada 746.935 pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Sedangkan, jumlah kasus positif di Indonesia per Selasa kemarin sebanyak 917.015.

“Bila, kita ibaratkan 10 persen dari penyintas (700-an ribu) ikut menyumbang plasma, paling tidak bisa menyelamatkan 70 ribu jiwa,” tegas Airlangga.

Airlangga mengungkapkan, target Palang Merah Indonesia (PMI) mampu mengumpulkan lima ribu plasma perbulan atau 60 ribu pertahun. Menurut laporan dari Kemenko PMK, satu plasma dari penyintas Covid sudah ditunggu 80 pasien yang sedang dalam perawatan.

“Informasi laporan dari Bapak Menko PMK Muhadjir, plasma konvalesen bisa menyembuhkan 100 pasien positif Covid tanpa gejala atau bergejala ringan. Sementara itu,  pasien bergejala berat, satu pendonor plasma dapat menyelamatkan 85 pasien bergejala berat,” pungkasnya.

(FWI/IJS)

Bagikan:
BACA JUGA :  Sempat Diajak KLB Demokrat, Gatot Nurmantyo Mengaku Teringat Jasa SBY

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *