Menteri Sosial RI: Erupsi Gunung Semeru Dampak dari Pemanasan Global

Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini didampingi Dirjen Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat mengantar langsung 5 orang Pemulung di Balai Karya “Pangudi Luhur” Bekasi untuk memulai kerja di Grand Kamala Lagoon, Bekasi.
Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini didampingi Dirjen Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat mengantar langsung 5 orang Pemulung di Balai Karya “Pangudi Luhur” Bekasi untuk memulai kerja di Grand Kamala Lagoon, Bekasi. (Foto: Kemensos)
Bagikan:

Lumajang – Tri Rismaharini, Menteri Sosial mengatakan erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur kemungkinan dampak dari global warming atau pemanasan global.

“Semua masyarakat sekitar sini harus siap siaga. Kita tak tahu apa yang akan terjadi nantinya. Memang, dampak global warming ini luar biasa,” ujar Risma di Pendapa Kabupaten Lumajang pada Senin petang (18/1/2021).

Bacaan Lainnya

Risma menduga, erupsi Semeru bisa saja dampak dari global warming atau yang lain. Ia juga mengingatkan kepada warga yang berada di Gunung Semeru agar lebih waspada dan siaga.

“Ini kemungkinan lho ya. Saya soalnya tidak tahu menahu teorinya dan saya juga bukan ahlinya. Namun, karena ada gempa bumi, kemudian ada goyangan-goyangan di lempengan yang menyebabkan adanya erupsi Gunung Semeru dan sebagainya, kita tidak tahu. Namun, kita harus siap,” ujar Jadi Mensos Risma.

Diketahui, abu vulkanik mengguyur lima kecamatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.Hal ini dikarenakan erupsi Gunung Semeru yang meluncurkan awan panas sejauh empat kilometer.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lumajang memberikan data lima kecamatan tersebut. Diantaranya, Kecamatan Candipuro, Kecamatan Pasrujambe, KecamatanSenduro, KecamatanGucialit dan Kecamatan Pasirian.

“Erupsi Gunung Semeru mengakibatkan hujan abu vulkanik Gunung Semeru mengguyur satu dusun di satu desa,” ujar Wawan Hadi Siswoyo, Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Sabtu (16/1/2021).

Wawan mengatakan. hujan abu vulkanik juga mengguyur di Dusun Munggir, Dusun Sumberingin, Dusun Tulusrejo dan Dusun Tawon Songo, Desa Pasrujambe, Desa Kertosari, Desa Jambearum, Desa Jambe Kumbu, Desa Sukorejo.

BACA JUGA :  Siap-Siap! Risma Akan Bagikan Bansos kepada 1.600 Warga Terlantar

Ada beberapa desa di Kecamatan Senduro juga terdampak abu vulkanik yakni Desa Senduro, Desa Burno, Desa Kandangtepus, Desa Wonocempokoayu, Desa Ranupane, Desa Pandansari, Desa Kandangan, dan Desa Bedayu.

Tidak hanya itu, di Kecamatan Gucialit juga diguyur abu vulkanik yakni Desa Sombo, Desa Gucialit, di Kecamatan Pasirian juga ada dua desa yang terdampak hujan abu vulkanik Semeru yakni Desa Pasirian dan Desa Nguter.

“Kami telah membagikan masker di beberapa wilayah terdampak abu vulkanik Gunung Semeru,” ungkapnya.

Ia menyatakan, untuk peningkatan material di wilayah DAS Curah Koboan sampai DAS Leprak Kamar Kajang masih belum terpantau, akan tetapi warga sekitar diminta untuk selalu waspada.

“Hingga saat ini, tidak ada korban jiwa. Adapun pengungsi masih terus bertambah akibat meningkatnya aktivitas Gunung Semeru. Saat ini, status Gunung Semeru juga masih tetap pada level II atau waspada,” katanya.

Ia menerangkan, BPBD Lumajang menugaskan TRC BPBD menilai keadaan dan berkoordinasi dengan PPGA Gunungsawur, Muspika Candipuro, Muspika Pronojiwo. Selain itu, BPBD juga akan menyiagakan TRC PB BPBD dan potensi, serta menghimbau warga agar tetap tenang dan tidak panik dengan aktivitas Gunung Semeru.

(FWI/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *