Menyoal Isu Hambalang, AHY Sebut Sudah Tak Relevan Diangkat Secara Politik

Ketua DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
Ketua DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (Foto: Istimewa)
Bagikan:

Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mengatakan kasus korupsi proyek Hambalang tidak sesuai jika diangkat kembali. Hal itu karena kubu Kongres Luar Biasa Partai Demokrat Deli Serdang di bawah kepemimpinan Moeldoko yang belakangan ini mengungkit kasus tersebut.

“Permasalahan penegakan hukum yang sudah selesai itu sangat tidak relevan kalau diangkat-angkat lagi, apalagi secara politik,” kata AHY dalam konferensi pers di DPP Partai Demokrat, Senin (29/03/2021).

Bacaan Lainnya

AHY mengatakan, kasus tersebut sudah ada penegakan hukum, Dia mengungkapkan kader  Demokrat yang terjerat pun telah diselesaikan dan mendapatkan sanksi hukum.

Menurut AHY, meskipun pemerintahan saat itu berasal dari Demokrat proses hukum tetap dilakukan dengan kredibel dan tak ada interversi.

Menurut putra sulung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Demokrat terus melakukan konsolidasi dan pembenahan internal selama tujuh tahun terahir ini, termasuk tindakan penyimpangan atau pelanggaran hukum.

“Demokrat terus melakukan Tindakan konsolidasi dan pembenahan ini, dan menunjukan hasil nyata” kata AHY.

Menurutnya, Kubu Moeldoko mengangkat Kasus Hambalang ini tujuan untuk mendegradasikan Demokrat, karena tidak mampu menunjukan legalitasnya dalam Penyelenggaran KLB.

“Upaya yang dilakukan dari kubu KSP Moeldoko untuk mendegradasi Partai Demokrat dengan mengangkat isu Hambalang, setelah kubu KSP Moeldoko tidak mampu menunjukkan legalitas penyelenggaraan KLB, yang nyatanya adalah perbuatan melawan hukum,” kata AHY.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat kubu KLB Max Sopacua, sengaja menyinggung putra sulung SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas yang dinilai tidak tersentuh hukum meski namanya pernah masuk menjadi saksi.

BACA JUGA :  Kemenkumham Bakal Bebaskan Napi, Cegah Penularan Covid-19

Dengan begitu, Max meminta KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk mengusut kembali kasus Hambalang hingga tuntas.

(FWI/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *