Monopoli Pasar di Kalimantan, Perusahaan Semen Cina Kena Denda

Ilustrasi pabrik semen. (Foto: Pixabay)
Ilustrasi pabrik semen. (Foto: Pixabay)
Bagikan:

Jakarta – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp22,35 miliar kepada anak perusahaan semen Cina, PT Conch South Kalimantan Cement (CONCH).

Perusahaan tersebut telah melanggar Pasal 20 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang persaingan larangan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.

Ketua Majelis Komisi, Ukay Karyadi mengatakan, tindakan monopoli ini terbukti dari harga penjualan semen CONCH lebih murah dibandingkan BUMN Semen Indonesia.

“Perbedaan harga ini membuat lima merek semen terlempar dari Kalimantan Selatan. Hal ini membuat CONCH berkuasa dalam persaingan produksi semen di daerah tersebut. Ini juga merupakan praktik monopoli,” katanya, mengutip Antara, Minggu (17/01/2021).

Ia menambahkan, per tahun 2015, tercatat penjualan semen jenis Portland Composite Cement seharga Rp58.000 per zak 50 kg. Sementara itu, Semen Gresik dengan berat dan kemasan sama dijual antara Rp60.000 – Rp65.000.

Alhasil, Majelis KPPU mewajibkan pihak terlapor bersedia menjalani proses hukum atas tindakannya dan membayar denda sesuai aturan yang berlaku.

Perusahaan ini diketahui dikendalikan oleh induk perusahaan Anhui Conch Cement Company dengan kemampuan finasial kuat dan berpeluang besar menguasai industri semen secara global.

Dengan dukungan tersebut, CONCH berani melakukan strategi bisnis menurunkan harga semen di bawah harga pasaran. (CNC/IJS)

Bagikan:
BACA JUGA :  Airlangga Mengaku PSBB Jawa Bali Atas Usul Kepala Daerah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *