Motif Pembunuhan Mahasiswa Telkom: Korban Tak Beri Pinjaman Uang

Ilustrasi pembunuhan. (Istimewa)
Bagikan:

Jakarta – Polisi berhasil mendapatkan fakta baru dari keterangan yang diterima oleh tiga pelaku pembunuhan mahasiswa Universitas Telkom, Fathan Ardian Nurmiftah (18). Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, diketahui bahwa motif pembunuhan yang dilakukan karena korban tak kunjung memberikan pinjaman uang kepada salah seorang pelaku.

Selain itu, polisi sudah mendapati gambaran bagaimana kronologi pembunuhan itu bermula. Kapolres Karawang AKBP Rama Samtama Putra menuturkan, Fathan pergi dari rumah pada Minggu (10/1/2021), sekitar pukul 19.00 WIB. Malam itu korban pamit kepada orangtuanya ingin pergi ke rumah teman akrabnya. Namun, ternyata malam itu Fathan bertemu dengan Jhovi alias Jo (31) dan Husain (21). Kedua orang tersebut baru dikenal selama satu minggu.

Kedua orang tersebut lantas mengajak Fathan pergi ke kontrakan Jo yang berada di Kampung Cilalung, Desa Mekarjaya, Kecamatan Purwasari, Karawang, Jawa Barat. Sesampainya di kontrakan, Jo dan Fathan masuk, sedangkan Husain menunggu di luar.

BACA JUGA :  KPK Nilai Alasan Nurhadi Ingin Pindah Rutan Terlalu Berlebihan

“Di dalam kontrakan itu rupanya Jo menanyai perihal janji Fathan yang mau memberikannya pinjaman uang, tapi tak kunjung terjadi. Ini menjadi motif pembunuhan sementara,” ungkap Rama dalam konferensi pers di Karawang, Jumat (15/1/2021).

Kemudian perdebatan sempat terjadi sampai akhirnya Fathan mengucapkan sesuatu yang menyinggung pelaku. Membuat pelaku memukul Fathan. Fathan pun membalas sehingga terjadi perkelahian di antara keduanya, sampai akhirnya Jo membenturkan kepada Fathan ke tembok. Dan saat tubuh Fathan terjatuh, Jo mencekiknya hingga Fathan kehilangan nyawanya.

Husain yang semula di luar kemudian masuk ke dalam. Ia sempat berdebat dengan Jo juga, tapi akhirnya ia membantu Jo mengikat tangan dan kaki Fathan. Tubuh korban kemudian dibuat dalam posisi bungkuk, sebelum kemudian dililit plastik dan bed cover. Jasad korban kemudian ditinggal.

Di hari Senin (11/1/2021), Jo menggunakan nomor Fathan untuk mengirimkan pesan kepada ayah Fathan. Jo menulis bahwa dirinya sudah menculik Fathan dan meminta uang tebusan Rp400 juta apabila ingin Fathan selamat. Jo kemudian mengirim nomor rekening atas nama Husain. Namun ayah Fathan sempat tak menanggapi karena menganggap itu hanya candaan.

Keesokan harinya, sekitar pukul 24.00 WIB, Jo dan Husain yang dibantu Rio memindahkan jenazah korban ke Cilamaya. Mereka menggunakan mobil minibus Carry yang dipinjam. Pelaku kemudian membuang korban di parit pesawahan Dusun Kecemek, Desa Bayur Kidul, Kecamatan Cilamaya Kulon. Esok paginya, dua orang yang tengah lari pagi menemukan jasad Fathan yang terbungkus bed cover. (Sdy/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *