Mulai dari Piutang Hingga Penghinaan, Awal Perseteruan John Kei dan Nus Kei

John Kei saat melakukan reka adegan dalam kasus Green Lake City. (Istimewa)
Bagikan:

Jakarta – Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah mendakwa John Refra alias John Kei dengan lima pasal berlapis pada persidangan perdana John Kei terkait kasus Green Lake City dan Duri Kosambi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, Rabu (13/1/2021). Kelima pasal tersebut meliputi pembunuhan berencana, pengeroyokan hingga adanya korban jiwa, serta kepemilikan senjata api dan senjata tajam.

Dari penjabaran Jaksa Wisnu saat membacakan dakwaan, diketahui bahwa penyerangan yang dilakukan kelompok John Kei ke Green Lake City, Tangerang dan Duri Kosambi, Jakarta Barat pada 21 Juni 2020 lalu dipicu karena persoalan utang-piutang dan penghinaan yang dilakukan kelompok Nus Kei.

Persoalan utang piutang bermula pada tahun 2013. Saat itu John Kei yang tengah menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP) mendapat kunjungan dari Nus Kei. Pada pertemuan tersebut, Nus Kei bermaksud meminjam uang Rp1 miliar kepada John Kei. Ia berjanji akan mengemablikannya dalam tempo 6 bulan yang jumlahnya menjadi dua kali lipat saat dikembalikan.

BACA JUGA :  Sopir Truk Selundupkan Pupuk Subsidi, Dapat Untung Rp100 Ribu/Kuintal

“John Kei menyetujui dan memberikan uang tersebut kepada saksi Nus Kei. Selanjutnya sampai dengan waktu tertentu saksi Nus Kei belum mengembalikan uang kepada John Kei meskipun terdakwa telah berupaya menagih kepada Saksi Nus Kei,” sambungnya.

Selain itu, Jaksa menyebut John Kei sempat mengumpulkan anggotanya untuk membicarakan terkait penghinaan yang dilakukan kelompok Nus Kei terhadap kelompok Angkatan Muda Kei (Amkei) yang dilakukan melalui video live Instagram.

“Menyampaikan kata-kata di depan anggota Amkeim, ‘Kalian kerja di sini berkat siapa? Kepercayaan itu penting, jadi tolong jangan buat malu saya, dan jangan berkhianat kepada saya‘. Kemudian Daniel Far Far menjawab ‘Siap Bu (Kaka) saya bisa,'” papar Jaksa Wisnu.

Dari pertemuan tersebut, imbuh Jaksa, kelompok John Kei sepakat mendatangi rumah Nus Kei pada 17 Juni 2021. Namun saat kelompoknya mendatangi rumah Nus Kei, mereka tidak mendapati pria yang dicari. Sampai akhirnya pada 21 Juni 2021 terjadilah bentrok yang mengakibatkan satu anak buah John Kei tewas dan satu lagi mengalami luka-luka.

Saat sidang selesai, John Kei menyangkal segala tuduhan yang ditujukan kepadanya. Di hadapan 24 kuasa hukumnya, John Kei tidak mengira penagihan utang terhadap Nus Kei bisa membuatnya terjerat kasus hukum. Sebab ia mengaku sudah menyerahkan seluruh persoalan piutangnya dengan Nus Kei kepada kuasa hukumnya, Deni Kei. (Sdy/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar