Pacitan Terkena Imbas Gempa di Gunung Kidul Pagi Ini

Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Dok. BMKG)
Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Dok. BMKG)
Bagikan:

Jakarta – Gempa bumi di Gunung Kidul, Daerah Istimewah Yogyakarta (DIY) dengan magnitudo (M) 5,0 terasa sampai Pacitan, Jawa Timur. Gempa tektonik di laut tersebut tidak berpotensi tsunami.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setyo Prayitno mengatakan guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Pacitan II-III MMI, artinya getaran dirasakan nyata dalam rumah atau terasa getaran seakan akan truk berlalu.

Bacaan Lainnya

“Dan Trenggalek Jatim II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang),” ujar Bambang Setyo Prayitno, dalam keterangan tertulis, Rabu (20/1/2020).

Hingga saat ini Bambang mengaku belum mendapat laporan lebih lanjut mengenai efek kerusakan gempa tersebut.

BACA JUGA :  Empat Hektare Lahan di Riau Kebakaran, Petugas Kerahkan Helikopter

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,” katanya.

Getaran gempa Gunung Kidul yang terasa hingga Pacitan itu disebabkan karena jarak yang tidak begitu jauh. Kedua daerah ini memang berbatasan langsung.

“Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,91 LS dan 110,57 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 98 km arah Barat Daya Kota Pacitan, Jawa Timur pada kedalaman 35 km,” katanya.

Hasil pantauan BMKG, hingga hari Rabu, 20 Januari 2021 pukul 04.35 WIB belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Sebelumnya, dilaporkan terjadi gempa bumi terjadi di Gunung Kidul. Gempa dengan kekuatan magnitudo 5,0 tersebut tidak berpotensi tsunami.

Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut terjadi pada Rabu (20/1/2020) pukul 03.10 WIB. Titik gempa berada di koordinat 9,04 Lintang Selatan dan 110,51 Bujur Timur.

“116 km barat daya Gunung Kidul, DIY,” tulis BMKG seperti dilihat detikcom.

BMKG menyebut titik gempa berada di laut dengan kedalaman 17 km. “Tidak berpotensi tsunami,” katanya.

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *