Para Pemimpin Dunia Kecam Demonstrasi di AS

Unjuk rasa tolak kekelahan Trump sumber: pikiranrakyat
Bagikan:

Jakarta – Para pemimpin dunia mengecam demonstrasi yang menyerbu gedung Capitol, Washington DC, Amerika Serikat (AS) pada Rabu (6/1/21).

Dilansir CNN , para pemimpin tersebut juga mendesak Presiden Donald Trump segera menghentikan unjuk rasa tersebut pada Kamis (7/1/21).

Bacaan Lainnya

Unjuk rasa itu berakhir ricuh, para pendukung Trump memaksa masuk Gedung Capitol. Polisi terpaksa menembakan gas air mata agar massa bergerkak mundur, dilaporkan seorang wanita tertembak.

Kondisi yang memanas mengganggu penghitungan suara pemilihan Kongres untuk mengesahkan kemenangan Presiden terpilih Joe Biden.

Beberapa pemimpin tampaknya menganggap Presiden AS secara pribadi bertanggung jawab atas kerusuhan tersebut.

“Apa yang sekarang kita lihat dari Washington adalah serangan yang sama sekali tidak dapat diterima terhadap demokrasi di Amerika Serikat. Presiden Trump bertanggung jawab untuk menghentikan ini,” tulis Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg.

Perwakilan Tinggi Uni Eropa Josep Borrell mengatakan jika serangan yang tak pernah terlihat sebelumnya terhadap demokrasi AS dan ia juga menambahkan: “Ini bukan Amerika”.

Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg mendesak warga AS untuk menghormati hasil pemilihan November.

“Kami percaya bahwa AS akan mengatasi krisis politik domestik ini dengan matang. Kami merekomendasikan agar warga kami di AS menjauh dari tempat keramaian dan tempat pertunjukan diadakan,” kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, Jaksa Agung Distrik Columbia Karl Racine meminta Wakil Presiden Mike Pence agar menyerukan Amandemen ke-25 untuk mencopot Presiden Trump dari jabatannya.

“Lakukan tugas konstitusional Anda. Lindungi Amerika, bela demokrasi, dan serukan Amandemen ke-25,” ujar Racine pada

BACA JUGA :  Kalah Digugat 1,6 Juta Orang, Facebook Harus Bayar 9,3 Triliun

Racine mengklaim, mayoritas kabinet setuju untuk mencopot Trump dari jabatan Presiden AS dan mengatakan jika Trump tidak layak untuk jadi presiden.

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar