Paus Terdampar Mati di Pantai Maluku Utara, Matheus Pasimanjeku Harap Ada Penelitian

Bagikan:

Seekor paus besar ditemukan terdampar mati di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara (Malut). Anggota DPD RI Dapil Malut, Matheus Stefi Pasimanjeku meminta pemerintah daerah memberi perhatian lebih terhadap peristiwa ini.

“Kejadian paus mati hingga terdampar di pantai ini kan peristiwa langka, terutama di Maluku Utara. Pemda harus beri perhatian dan mencari sebabnya,” ujar Matheus Stefi Pasimanjeku, Minggu (10/1/2021).

Paus itu ditemukan mati dan terdampar di Pantai Desa Jiko Tamu, Kecamatan Obi, Halmahera Selatan. Ukurannya sangat besar dengan panjang 9 meter. Paus tersebut diketahui mati dan terdampar sejak 2 Januari 2021.

Bangkai paus tersebut akhirnya dikuburkan dengan cara ditenggelamkan ke dasar laut dengan menggunakan alat pemberat oleh Balai BKSDA Maluku. Hal ini dilakukan karena di Malut tidak tersedia alat yang bisa digunakan untuk penguburan bangkai paus.

“Memang bangkai paus harus cepat-cepat dikuburkan untuk menghindari pembusukan yang bisa berdampak pada kesehatan warga. Harus menjadi catatan juga mengenai tidak tersedianya alat yang memadai untuk kasus-kasus seperti ini,” kata Matheus.

Kasus terdamparnya paus ke pantai memang jarang terjadi di daerah setempat. Namun hal tersebut pernah beberapa kali terjadi di pantai yang berada di Pulau Seram, Maluku pada 2017 lalu.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengapa dalam waktu relatif berdekatan kerap muncul paus dalam kondisi mengenaskan di sekitaran pantai Maluku dan Malut. Matheus pun berharap dilakukannya penelitian terhadap rangkaian kejadian tersebut.

“BKSDA Maluku bisa mengadakan penelitian mengenai penyebab seringnya terjadi kasus paus terdampar dan mati di pantai yang berada di Maluku dan Maluku Utara,” tutur Anggota Komite IV DPD RI itu.

Matheus juga menyoroti mengenai aktivitas kapal yang kerap melintas di Perairan Maluku dan Maluku Utara. Senator kelahiran Ambon itu berharap pelaku pelayaran untuk tidak sembarangan beraktivitas di laut sehingga berdampak pada biota laut.

BACA JUGA :  Demi Vaksin Pfizer, Trump Ancam Pecat Direktur FDA dan Menyebutnya Kura-kura

“Kita harus jaga laut agar tidak tercemar dengan aktivitas pelayaran. Harus diingat, laut menjadi lumbung pangan bagi masyarakat Maluku dan Maluku Utara,” pungkas Matheus.

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar