Pegawai Lapas di Maluku Selundukpan 50 Gram Sabu untuk Napi

Ilustrasi penangkapan kurir sabu. (Istimewa)
Bagikan:

Ambon – Dua orang pegawai di rumah tahanan (Rutan) dan lembaga pemasyarakatan (Lapas) diciduk oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) karena menyelundupkan narkoba jenis sabu untuk narapidana (Napi) seberat 50 gram atau senilai Rp150 juta. Kedua pegawai tersebut berinisial IP (30), pegawai Rutan Kelas IIA Waiheru dan MC (35), pegawai Lapas Perempuan dan Anak. Sementara napi yang akan diberikan sabu berinisial RB.

Kepala BNN Maluku Brigjen Pol HM Muttaqien mengatakan pihaknya langsung melakukan penggeledahan terhadap ruangan kerja dan rumah milik IP dan MC pada Selasa (6/4/2021) dan Rabu (7/4/2021).

Bacaan Lainnya

BACA JUGA :  Punya Sejarah Buruk, Nelayan Masalembu Tolak Cantrang

“Selama penggeledahan, kami mengamankan sejumlah barang bukti seperti ponsel, buku tabungan, hingga beberapa [kartu] ATM yang tercukupi sebagai bahan persidangan,” ujar Muttaqien, Rabu petang.

Penggeledahan terhadap dua pegawai Lapas ini dilakukan setelah BNN Maluku menangkap seorang warga Tulehu, Maluku Tengah, berinisial PN, serta warga asal Karang Panjang Ambon yang berinisial E. PN dan E merupakan kurir narkoba yang memiliki keterkaitan dengan IP dan MC. Muttaqien menyebut IP dan MC adalah pihak yang akan membawakan sabu dari PN dan E kepada RB.

PN sebelumnya ditangkap oleh BNN Maluku ketika keluar dari pintu kedatangan Bandara Pattimura, Selasa (6/4/2021) pukul 8.15 WIT. Ketika ditangkap, Muttaqien menyebut PN yang terbang dari Jakarta ke Ambon itu membawa 50 gram sabu.

Di Ambon, PN dan E membuat janji bertemu di depan PLN Poka, Kecamatan Teluk Ambon. Begitu keduanya bertemu di lokasi, mereka pun ditangkap. Rencananya, E akan membawa sabu itu kepada IP dan MC. IP dan MC akan mengantar 50 gram sabu kepada RB.

RB terancam dengan undang-undang narkotika nomor 132 tentang Pemufakatan Jahat Tindak Pidana Narkoba dengan ancaman kurungan badan semaksimal mungkin.

PN dan E dijerat dengan pasal 112 dan pasal 119 undang-undang narkotika. Sedangkan untuk IP dan MC, mereka terancam pasal 132 ayat 1 Undang-undang Narkotika.

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *