Pelaku Parodi Indonesia Raya Masih Pelajar, Mulfachri Ingatkan Peradilan Anak

Sumber Foto : Liputan6.com/Johan Tallo
Sumber Foto : Liputan6.com/Johan Tallo
Bagikan:

JAKARTA-Polisi menangkap pelaku pembuat parodi lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’ yang ternyata merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan masih berstatus sebagai pelajar. Anggota Komisi III DPR RI Mulfachri Harahap mengingatkan agar proses hukum menggunakan peradilan anak.

“Pelaku masih pelajar berusia 16 tahun. Saya mengingatkan kepada pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini menggunakan undang-undang anak,” ujar Mulfachri dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/1/2020).

Adapun pelaku yang memposting parodi lagu Indonesia Raya di YouTube adalah MDF yang menggunakan nama samaran Faiz Rahman Simalungun di media sosial. Motif siswa kelas III SMP itu memposting parodi yang melecehkan lagu Indonesia Raya adalah karena berseteru dengan temannya sesama WNI yang tinggal di Sabah, Malaysia.

“Polisi juga harus melindungi hak-hak tersangka sebagai anak, termasuk untuk diberikan bantuan hukum dan mendapat pendampingan selama proses penyidikan,” tutur Mulfachri.

MDF disangka melanggar UU ITE serta UU tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. MDF memposting video lagu ‘Indonesia Raya’ yang dibuat parodi dan diunggah dalam akun YouTube berlogo bendera Malaysia.

Aksi MDF sempat membuat banyak pihak mengira ada warga Malaysia yang hendak melecehkan Indonesia. Hal tersebut lantaran video parodi yang diposting MDF menampilkan ilustrasi dan lirik lagu yang secara garis besar berisi hinaan terhadap Indonesia serta Presiden Joko Widodo dan proklamator Soekarno.

“Tindakan MDF memang kelewatan dan tidak bisa dibenarkan. Ada banyak pasal yang dilanggar oleh anak ini. Hanya saja perlu ada perlakuan khusus terhadap MDF karena statusnya yang masih berusia di bawah umur,” ucap Mulfachri.

Kasus ini terungkap atas kerja sama Polis Diraja Malaysia (PDRM) dengan tim gabungan Polri. Mulfachri pun memuji kinerja cepat polisi.

BACA JUGA :  Banjir Kalimantan Selatan, Dirkursus Politik atau Lingkungan?

“Kerja cepat tim Polri bersama Polisi Malaysia patut diapresiasi untuk mengungkap kasus pelecehan terhadap lagu kebangsaan dan simbol negara,” sebut politisi PAN itu.

Mulfachri berharap agar kejadian ini tidak merenggangkan hubungan Indonesia dan Malaysia. Oleh karena itu, ia berharap Polisi mengusut kasus tersebut secara tuntas.

“Dengan begitu pihak Malaysia bisa melihat ketegasan Indonesia bahwa siapapun pelaku pelecehan terhadap simbol negara akan ditindak tegas,” kata Mulfachri.

Anggota DPR dari daerah pemilihan (Dapil) Sumatera Utara (Sumut) I itu pun meminta semua pihak mengambil pelajaran dari kasus ini. Mulfachri menegaskan, jangan sampai ada kasus serupa terulang kembali.

“Siapapun tidak ada yang boleh menghina simbol negara, termasuk lagu kebangsaan Indonesia. Apapun alasannya, pasti akan mendapat hukuman,” tegasnya.

“Kasus ini juga menjadi pelajaran agar kita semua bijaksana dalam menggunakan media sosial,” sambung Mulfachri. (elz)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *