Pembubaran Jaran Kepang Berujung Bentrok di Medan

Ilustrasi jaran kepang. (Foto: Tangkapan layar CNN Indonesia)
Bagikan:

Jakarta – Sekelompok anggota Laskar Khusus Forum Umat Islam (FUI) Medan terlibat baku hantam dengan sejumlah warga di Sumatera Utara, Rabu (04/2021). Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal, AKP Budiman Simanjuntak mengatakan, peristiwa itu berawal saat anggota FUI hendak membubarkan pertujukan jaran kepang.

“Kami belum mengetahui kronologi proses pembubarannya seperti apa. Namun, menurut keterangan warga kejadian ini awalnya cekcok mulut hingga pukul-pukulan,” katanya.

Bacaan Lainnya

Akibat peristiwa itu, dua kubu yang terlibat adu pukul membuat laporan ke polisi. Hingga kini sudah ada 15 saksi yang diperiksa terkait kasus tersebut.

Sementara itu, Ketua FUI Sumut, Indra Suheri membantah pihaknya melakukan pembubaran di Jalan Ringroad karena alasan syirik. Pembubaran ini dilakukan atas permintaan kepala lingkungan (kepling) di lokasi kejadian.

“Pertunjukan jaran kepang tersebut tidak memiliki izin, sebab itu orang FUI dengan kepling datang ke lokasi,” ujarnya.

Akibatnya, warga dan pemain kuda kepang tidak setuju dibubarkan sehingga terjadi keributan. Hingga anggota FUI mendapat pukulan dari warga setempat saat peristiwa terjadi.

Cuplikan video viral seorang anggota FUI medan meludahi warga saat pembubaran pertunjukan jaran kepang. (Foto: Tangkapan layar Instagram @cetul.22)

Sebelumnya, insiden baku hantam itu terekam kamera hingga videonya viral di media sosial. Beberapa anggota FUI Medan tampak mengenakan baju seragam berwarna hitam tengah membubarkan jaran kepang.

Namun, upaya tersebut mendapat penolakan dari sejumlah warga sehingga terjadi keributan. Salah seorang perempuan berkaos hitam tidak terima kegiatan itu dibubarkan. “Setiap hari kami main ini (jaran kepang), apalagi saat pesta. Di mana-mana orang bebas bermain jaran kepang,” bentak perempuan tersebut.

BACA JUGA :  Anjing-anjing Joe Biden Mulai Sesaki Gedung putih

Salah seorang anggota FUI Medan tak senang mendapat jawaban seperti itu, lantas maju dan meludahi perempuan tersebut. Tindakan pria tersebut membuat warga tersulut emosi hingga keributan tak terelakkan. (CNC/IJS)

 

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *