Pembunuhan Sadis di Muratara, Pelaku Utama: Lega tapi Menyesal

Ilustrasi pelaku pembunuhan. (Istimewa)
Bagikan:

Muratara – Jajaran kepolisian Muratara telah mendapati tersangka utama dalam kasus pembunuhan sadis di Desa Jadimulya, Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara, Sulawesi Selatan. Pelaku utamanya bukanlah keponakan korban seperti yang diberitakan sebelumnya, melainkan kakak kandung korban, Harun Sohar (55).

“Tadinya kami tidak tahu pelaku utama siapa, dan minim informasi. Karena orang yang dicurigai melarikan diri, kami tangkap dan amankan. Saksi awal juga kami amankan dan diproses secara terpisah,” ungkap Kasat Reskrim Polres Muratara AKP Dedi Rahmad, Sabtu (16/1/2021).

Pengungkapan tersangka utama atas kasus tewasnya Ardeni dengan kondisi leher nyaris putus ini benderang saat istri pelaku, Idah (50) mau buka suara. Idah menyebut suaminyalah yang pertama kali membacok korban. Anaknya kemudian ikut membacok untuk memastikan korban sudah tak bernyawa.

BACA JUGA :  Mantan Kades Tewas Usai Baku Tembak Dengan Polisi

“Masing-masing pelaku menyabetkan parangnya satu kali ke leher korban. Kalau luka sabetan di betis korban dilakukan oleh Sohar,” tutur Dedi.

Idah mengaku mendapatkan informasi tersebut setelah suami dan anaknya tiba di rumah dengan kondisi parang yang berlumuran darah. Ida semula tak mengungkap informasi tersebut.

Sementara itu, dari balik jeruji besi Sohar mengaku lega setelah menuntaskan dendamnya kepada adik kandungnya sendiri. Meskipun ia tetap mengakui adanya penyesalan karena telah melakukan pembunuhan.

“Tidak ada lagi masalah, dendam aku sama dia sudah habis. Aku juga menyesal, yang aku bunuh adik kandung aku,” ujarnya yang berada di satu sel dengan anaknya.

Alexander sendiri saat ditanya perihak aksi pembunuhan yang dilakukan, mengaku terbawa emosi saat melihat ayahnya terlibat cekcok dengan korban. Pasalnya, korban dan kerabat keluarga lainnya sudah sangat lama mengucilkan keluarganya.

“Aku emosi, aku ikut untuk memastikan (korban tewas) saja, pakai parang,” ucap Alex.

Alex juga mengaku bahwa dirinya sempat ingin menyerahkan diri ke polisi setelah peristiwa itu terjadi. Namun, ayahnya menyuruh Alex untuk lari. Sempat terbersit di benaknya untuk kabur ke Jakarta. Tapi rencananya untuk kabur batal karena polisi membekuknya lebih dulu. (Sdy/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *