Pemda Babel Harus Sudah Mulai Lakukan Upaya Pencegahan Karhutla

Anggota Komite II DPD RI, Alexander Fransiscus
Anggota Komite II DPD RI, Alexander Fransiscus
Bagikan:

Pangkalpinang – Belasan hotspot (titik panas) yang diduga dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terpantau satelit berada di sejumlah wilayah di Provinsi Bangka Belitung (Babel). Anggota DPD RI daerah pemilihan (dapil) Babel, Alexander Fransiscus meminta pemda waspada dan melakukan antisipasi jelang memasuki musim kemarau.

“Pantauan satelit sudah mendeteksi adanya titik-titik panas di Babel. Pemda perlu mewaspadai terjadinya karhutla karena sebentar lagi sudah memasuki musim kemarau,” ungkap Alexander Fransiscus, Jumat (26/2/2021).

Berdasarkan pantauan satelit BMKG, terdapat 17 hotspot di Babel pada awal pekan ini. Hotspot-hotspot tersebut tersebar 7 titik di Kabupaten Bangka Barat, 7 titik di Kabupaten Bangka Selatan, dan 3 titik di Kabupaten Bangka.

Tim reaksi cepat (TRC) BPBD sudah diterjunkan untuk melakukan pengecekan. Alexander mengingatkan BPBD untuk tetap membawa segala persiapan walaupun masih bersifat pengecekan.

“Walaupun masih mengecek untuk memastikan pantauan satelit itu hotspot Karhutla atau bukan, petugas harus sudah stand by dengan alat-alat pemadam kebakaran,” kata Anggota Komite II DPD RI itu.

Alexander juga meminta Pemprov dan jajaran Pemda di bawahnya untuk bersiap melakukan penanganan kemunculan Karhutla. Meski saat ini masih berada di musim hujan, namun antisipasi dinilai harus mulai dilakukan sejak saat ini.

“Lakukan upaya-upaya pencegahan terhadap kejadian Karhutla di Babel. Mitigasi bencana harus disiagakan sebagai antisipasi munculnya Karhutla,” ucap Alexander.

“Presiden Jokowi sudah memerintahkan kepala daerah harus mengupayakan pencegahan kebakaran hutan. Jadi begitu terdeteksi adanya karhutla, sebelum api membesar harus sudah dilaporkan agar bisa segera ditangani,” tambah senator muda itu.

Alexander pun mengimbau masyarakat untuk proaktif melaporkan apabila menemukan adanya hotspot-hotspot. Ia juga meminta warga Babel mewaspadai terjadinya karhutla yang bisa berdampak pada masalah kesehatan.

BACA JUGA :  Anggota DPR RI Setuju Jumlah Personil Bakamla Ditambah

“Mohon masyarakat melaporkan kika melihat ada titik-titik panas, bisa di aparat desarnya, BPBD setempat, maupun petugas pelayan publik lainnya. Saya juga mengimbau kepada warga agar tidak membuka kebun dengan cara membakar karena dampaknya besar dan sangat berbahaya,” tutur Alexander.

Sementara itu, Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengingatkan kepada Pemda untuk menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara melakukan pembakaran. Menurutnya, pengawasan juga harus diperketat.

“Sosialisasi dan pemantauan harus berjalan seiringin. Bisa melalui instansi terkait, ditambah pendekatan dari pamong-pamong desa. Jangan menunggu sampai karhutla besar baru diatasi, tapi mulai dengan langkah-langkah preventif,” tegas LaNyalla. (elz/ijs)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *