Pemerintah Akan Batasi Pupuk Subsidi Bagi Petani

Pemerintah berencana membatasi penyaluran pupuk subsidi. (Dok. Kementan)
Bagikan:

Jakarta – Pemerintah berencana membatasi penyaluran pupuk bersubsidi bagi petani yang hanya memiliki luas lahan di bawah satu hektare.

Direktur Jenderal Holtikultura Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy mengatakan, hal ini dikarenakan anggaran subsidi pupuk yang diberikan pemerintah berkurang setiap tahunnya.

Bacaan Lainnya

“Pada 2011 saja, Kementerian Pertanian mengalokasikan sebesar 23,2 juta ton. Namun yang diberikan hanya 9,04 juta ton,” katanya dalam rapat bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (7/4/21).

Menurut data pada 2020, jumlah petani dengan lahan maksimal 2 hektare sebanyak 16,6 juta dan kebutuhan pupuk mencapai 23,2 juta ton.

Dengan jumlah tersebut, pemerintah membutuhkan anggaran sebesar Rp63 triliun.

Sementara itu, jika subsidi pupuk diberikan kepada petani yang memiliki lahan di bawah 1 hektare, jumlah penerima akan berkurang menjadi 12,7 juta hektare dengan kebutuhan pupuk hanya menjadi 12 juta ton.

Meskipun begitu, pembatasan penyaluran pupuk ini masih dibahas dan belum diputuskan panitia kerja, Panja Pupuk yang dibentuk komisi IV DPR.

Disisi lain, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, akan menyempurnakan data petani melalui e-RDKK penerima subsidi.

Selain itu, pihaknya akan semakin menggencarkan penebusan pupuk bersubsidi menggunakan Kartu Tani. Ia juga akan mengubah komposisi pupuk nitrogen, forpor, dan kalium (NPK) guna efisiensi anggaran.

(ANS/IJS)

Bagikan:
BACA JUGA :  Pemerintah Resmi Turunkan Pajak Penghasilan Jadi 10 Persen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *