Pemerintah Telah Memiliki Penindakan Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Vaksin Covid-19
Ilustrasi : Vaksin Covid-19
Bagikan:

Jakarta – Pemerintah kini sudah memiliki pedoman untuk melakukan penindakan kebiri kimia bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak. Tata cara tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menek PP Nomor 70 Tahun 2020 pada 7 Desember 2020.

BACA JUGA :  Diduga Tewas karena Overdosis, Polda Sumut Selidiki Kematian Istri Anggota Polri

Tata cara mengenai tindakan kebiri kimia diatur dalam Pasal 1 ayat (2), yaitu pemberian zat kimia dengan cara disuntik atau menggunakan metode lain. Pada pasal tersebut juga disebutkan bahwa tindakan kebiri kimia diberikan kepada pelaku yang pernah dipidana karena praktik kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain, sehingga menimbulkan korban lebih dari 1 (satu) orang, mengakibatkan luka berat, gangguan jiwa, penyakit menular, terganggu atau hilangnya fungsi reproduksi, dan/atau korban meninggal dunia, untuk menekan hasrat seksual berlebih yang disertai rehabilitasi.

Sementara regulasi mengenai lama waktu kebiri kima diatur dalam Pasal 5, yakni maksimal dua tahun. Lalu untuk pelaksanaan diatur dalam Pasal 6, yaitu tindakan kebiri kimia dilakukan melalui tiga tahap (klinis, kesimpulan, dan pelaksanaan).

Sebagai informasi, PP nomor 70 Tahun 2020 merupakan turunan dari Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2OO2 tentang Perlindungan Anak. (Sdy/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *