Pengamat Politik: Urgent Dilaksanakan Reshuffle

Bagikan:

Jakarta – Isu akan terjadinya reshuffle kabinet Indonesia Maju periode kedua pemerintahan Jokowi semakin kencang berhembus, pasca ditangkapnya Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo dan Menteri Sosial (Mensos), Juliari Batubara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena kasus korupsi.

Bukan hanya media dan para politisi sendiri yang ramai mengabarkan, para pengamat pun ikut menebak nama-nama yang sudah disiapkan di kantong Jokowi dan skenario apa yang akan dipakai Jokowi untuk mengganti kedua menterinya yang tersangkut kasus korupsi.

Direktur Eksekutif Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi menilai, Jokowi perlu melakukan perombakan besar-besaran pada Kabinet Indonesia Maju. Karenanya, reposisi atau rolling maupun sekadar mengisi jabatan Mensos dan Menteri KKP bukanlah sebuah pilihan tepat.

Alasannya, menurut Haidar Alwi; pertama, dalam kurun waktu 2 tahun terakhir, setidaknya terdapat 4 Menteri yang terjerat kasus korupsi. Mulai Mensos Idrus Marham, Menpora Imam Nahrawi, hingga Menteri KKP Edhy Prabowo dan Mensos Juliari Batubara. Kedua, tantangan berat akibat dampak Pandemi Covid-19 menuntut kerja presiden dibantu oleh menteri-menteri yang mampu bertindak tanggap, cepat dan cakap. Terutama di pos-pos Kementerian yang bersinggungan langsung dengan kebutuhan rakyat.

“Terutama untuk Kementerian yang bersinggungan langsung dengan rakyat terdampak Pandemi Covid-19, seperti Kemensos, tulus mengabdi adalah syarat mutlak. Selain tentunya sejalan dengan Semangat Nawacita dan Visi Indonesia Maju. Yang lain-lainnya itu syarat normatif,” ujar Haidar

Haidar menambahkan, waktu efektif yang tersisa bagi pemerintahan Jokowi periode kedua tidak sebanding dengan banyaknya target dan program yang belum tercapai serta beratnya tantangan yang harus dihadapi. Di saat bersamaan, kepercayaan publik terhadap Pemerintah tergerus cukup dalam. Padahal, untuk dapat bangkit dari dampak Pandemi Covid-19, dibutuhkan kinerja luar biasa yang didukung oleh segenap elemen bangsa.

BACA JUGA :  Caption Instagram Gisella Jadi Viral Hari Ini

“Semakin cepat reshuffle akan semakin bagus. Situasi sekarang bukan hambatan, justru menjadi peluang bagi Pemerintah untuk memperbaiki kinerja dan mendapatkan kembali kepercayaan publik yang sempat menurun. Reshuffle akan menumbuhkan harapan baru bagi rakyat,” tutur Haidar.

Sementara itu, Koordinator Lingkar Masyarakat Madani Indonesia (Lima), Ray Rangkuti menyampaikan kemungkinan, ada tiga skenario reshuffle kabinet yang akan digunakan Jokowi. Pertama, hanya mengganti Menteri KKP dan Menteri Sosial yang sedang kosong karena tersandung kasus korupsi. Kedua, reposisi atau rolling atas menteri-menteri yang ada sekarang. Jadi menteri-menteri yang ada sekarang tetap ada tetapi ditukar posisinya untuk beberapa jabatan. Dan yang ketiga, adalah perombakan total kabinet. Hal ini tidak hanya mengisi dua posisi menteri yang kosong dan tidak hanya reposisi, tetapi mengganti sejumlah menteri yang memang layak diganti.

“Saya melihat nanti bukan reshuffle terbatas, tetapi ini akan skala besar. Karena banyak sekali posisi yang kurang pas atau tidak mencapai target,” ujar Ray

Dia memprediksi reshuffle akan terjadi pada awal Januari 2021. Dia tidak melihat perombakan kabinet akan dilakukan pada bulan Desember ini. Alasannya agar tidak menimbulkan kegaduhan politik.

Apalagi saat ini masih sedang hangat atau panas terkait kasus Habib Rizieq Syihab HRS. Alasan lainnya, masyarakat mempersiapkan menyambut Natal dan Tahun Baru. Dua pesta ini cukup membutuhkan perhatian dari pemerintah.

“Awal Januari sangat dimungkinkan. Tidak bisa juga lewat dari Januari karena Jokowi ingin percepatan kerja kabinet,” tegas Ray.

Ditempat yang lain, Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio menyebut, reshuffle Kabinet Indonesia Maju urgen dilakukan Jokowi. Pasalnya, sudah dua menteri Jokowi yang jadi tersangka kasus korupsi oleh KPK.

“Terkait dengan hal ini, ya jadinya urgen untuk dilaksanakan reshuffle,” ucap Hendri.

BACA JUGA :  Jokowi Resmi Rombak Kabinet, Berikut Nama-nama Menterinya

Hendri menambahkan, reshuffle mendesak karena menteri koordinator tak mungkin lama-lama menjabat sebagai menteri ad interim. Harus ada menteri definitif yang ditunjuk untuk menggantikan menteri yang terjerat kasus hukum.

Momentum ini, lanjut Hendri, justru bisa digunakan Jokowi untuk melakukan perbaikan kinerja di kabinetnya yang telah berjalan selama lebih dari satu tahun ini.

“Enggak usah ada penangkapan menteri oleh KPK pun kalau presiden mau reshuffle ya dia reshuffle. Sebenarnya, kalau reshuffle kan kebutuhan dari presiden aja,” ujar Hendri.

Terkait dengan pengganti Edhy Prabowo dan Juliari Batubara, Hendri memprediksi, sosoknya bisa berasal dari professional. Yakni, profesional yang dekat dengan partai politik, atau masih kader partai.

(Nad/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *