Permintaan Kompolnas kepada Calon Tunggal Kapolri

Kapolri, Jenderal Idham Azis (kiri) dan Kabareskrim Polri, Komjen Sigit Prabowo
Kapolri, Jenderal Idham Azis (kiri) dan Kabareskrim Polri, Komjen Sigit Prabowo (Foto: Tiras)
Bagikan:

Jakarta – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo harus memperhatikan kejahatan siber hingga menguatnya intoleransi dan kelompok radikal di wilayah Indonesia.

“Kejahatan siber serta tantangan terhadap menguatnya intoleransi dan kelompok-kelompok radikal,” kata Juru Bicara Kompolnas, Poengky Indarti kepada wartawan, Senin (18/1).

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, calon tunggal Kapolri tak boleh mengesampingkan penjagaan dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat di tengah pandemi virus Covid-19.

Sementara itu, Poengky mengatakan Korps Bhayangkara juga harus dapat melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat.

“Saya menginginkan semua program yang sudah baik dilakukan Kapolri terdahulu, tetap dilanjutkan agar berkesinambungan,” tukas dia.

Kompolnas mengingatkan masyarakat agar tak mempermasalahkan angkatan Komjen Listyo. Perlu diketahui, Komjen Listyo merupakan lulusan Akpol 1991. Ia digadang-gadang akan menggantikan Jenderal Idham Azis, lulusan Akpol 1988.

Melihat hal tersebut, Jenderal bintang tiga itu akan melongkap dua angkatan sekaligus yakni Akpol 1989 dan 1990.

Presiden Jokowi mengusulkan Sigit Listyo sebagai calon tunggal pengganti Idham Azis yang akan pensiun Februari mendatang. Jokowi memerintahkan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno melalui surat Presiden (Surpres) ke Pimpinan DPR pada Rabu (13/1) lalu.

Diketahui, Sigit Listyo akan dijadwalkan menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR pada Rabu (20/1) pekan ini.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Idham Azis mengajak kepada para jajarannya semua untuk bersatu dan kompak memberikan dukungan kepada calon Kapolri baru Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Ia sangat berharap agar pelaksanaan rangkaian uji kelayakan dan kepatuhan pada pekan depan bisa berjalan lancer dan aman. Idham Azis memberikan pepatah,“waktu tidak mengikuti jalan yang dibuat oleh manusia, tetapi manusianya lah yang berjalan dijalur yang dibuat oleh waktu,” ujar Jenderal Idham Azis.

BACA JUGA :  Ketua Komite II DPD RI: Lampung Punya Potensi Kembangkan Wisata Camping Ground

Kapolri Jenderal Azis berpesan agar Polri menerima keputusan Presiden dan berharap institusi kepolisian agar tetap solid.

“Harapan saya kita semua tetap solid, mendukung kebijakan yang sudah di putuskan Bapak Presiden Joko Widodo selaku Pimpinan Tertinggi Polri untuk kita laksanakan dan amankan,” ujar Kapolri Idham Azis.

(FWI/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *