Pesawat Sriwijaya Air Jatuh, Ini Kalimat Menyentuh dari PM Kanada!

Justin Trudeau, Perdana Menteri Kanada (Foto; Britannica)
Justin Trudeau, Perdana Menteri Kanada (Foto; Britannica)
Bagikan:

Ottawa – Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 mengundang empati kepada Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau.

PM Kanada, Justin Trudeau mengucapkan bela sungkawa atas kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak tersebut.

Bacaan Lainnya

Trudeau mengatakan solidaritas untuk keluarga para korban atas nama warga negara Kanada.

“Kabar terbaru datang dari Indonesia dan sangat memilukan. Duka terdalam, kami sampaikan untuk keluarga, sahabat dan orang yang dikasihi terutama yang berada dalam pesawat Sriwijaya Air Penerbangan SJ 182,” ujar PM Trudeau melaui akun resmi Twitternya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi bersama perwakilan Badan SAR Nasional dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dan TNI-Polri langsung melakukan jumpa pers secara virtual pada Sabtu malam (9/1/2021), beberapa jam setelah peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJY 182.

Pesawat dengan rute Jakarta-Pontianak diperkirakan jatuh di perairan Kepulauan Seribu, antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Dalam konferensi pers yang hanya dibatasi diikuti oleh 300 awak media tersebut, Menhub Budi Karya menjelaskan kronologi awal mula pesawat Sriwijaya Air SJY 182 tersebut lost contact.

Budi Karya menyebut pesawat SJY 182 Jakarta-Pontianak lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB.

“Pada pukul 14.37 WIB masih berada di ketinggian 1700 kaki dan diizinkan naik ke ketinggian 29 ribu kaki dengan mengikuti standar instrumen,” kata Budi Karya.

Kemudian, pada pukul 14.40 WIB, pesawat dinyatakan hilang kontak.

“Kemudian pukul 14.40, Sriwijaya terpantau tidak ke arah O75 derajat melainkan ke Barat Laut, oleh karenanya ditanya ATC untuk melaporkan arah pesawat. Tidak lama kemudian, dalam hitungan seconds (detik), SJY 182 hilang dari radar,” terang Budi Karya.

BACA JUGA :  Lebanon Memanas Akibat Kerusuhan Penolakan Pembatasan Sosial

Budi menerangkan manajer operasi kemudian langsung berkoordinasi dengan Basarnas, bandara tujuan, dan instansi terkait lainnya.

“Pada pukul 17.30, Bapak Presiden memberi arahan untuk memaksimalkan pencarian dan tentu sudah dikerahkan kapal Basarnas (4 kapal), 3 kapal karet, dari TNI AL KRI. Kapal-kapal tersebut sudah di TKP,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan saat ini, tim pencari juga melakukan koordinasi dengan BMKG untuk mempertimbangkan soal cuaca.

Budi Karya juga menyampaikan, pesawat Sriwijaya Air yang jatuh tersebut mengangkut total 62 orang. Dengan rincian, 50 orang penumpang dan 12 orang kru.

Dari manifest yang ia terima, 50 penumpang tersebut, terdiri dari 40 dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi.

“Total penumpang 50 orang, bersama 12 kru yang terdiri dari 43 dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi,” ucap Budi Karya

Budi memohon doa restu agar proses pencarian dan penyelamatan berjalan lancar.

“Tentu kami turut prihatin atas kejadian ini,” tutur Budi Karya.

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *