Pesawat Sriwijaya Air yang Jatuh Jenis Boeing 737-500 Seri Classic Berusia 26 Tahun

Cockpit Boeing 737 seri Classic
Cockpit Boeing 737 seri Classic
Bagikan:

Jakarta – Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJY82 yang hilang kontak dan dinyatakan jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021) merupakan pesawat jenis Boeing 737-500.

Berdasarkan data yang disajikan flightradar24.com, kode tipe pesawat Sriwijaya Air SJY82 adalah B735, mode 8A030B, dengan nomor registrasi PK-CLC.

Bacaan Lainnya

Boeing 737-500 merupakan salah satu model generasi pertama yang dinamakan seri Classic, dari pabrikan pesawat yang berpusat di Chicago, Amerika Serikat.

Selain 737-500 yang digunakan oleh Sriwijaya Air tersebut, Boeing juga memiliki seri Classic lainnya, antara lain 737-100, 737-200, 737-300, dan 737-400.

Dilansir dari laman resmi pabarikan pesawat tersebut, Boeing.com, pesawat seri Classic generasi pertama 737 itu telah diproduksi sebanyak 3.132 unit, termasuk di dalamnya, pesawat 737-500 sebanyak 389 unit.

Produksi massal pertama pesawat jenis ini dilakukan pada 1990. Lantas, unit terakhir seri Classic diproduksi pada 9 Desember 1999.

Flightradar24 juga menjelaskan bahwa pesawat Boeing 737-500 SJ182 ini pertama kali mengudara pada Mei 1994. Jika dihitung mundur dengan tahun sekarang, maka usia pesawat Boeing 737-500 itu sudah 26 tahun.

Boeing 737-500 merupakan pesawat dengan kapasitas penumpang maksimal 122 orang. Model ini menggunakan mesin CFM56-3B1 dengan propulsi dua turbofan.

Kecepatan maksimal pesawat dengan lebar sayap 28,88 m ini 946 km per jam. Panjang keseluruhan 31,01 meter dan tinggi 11,07 meter.

(Nad/IJS)

Bagikan:
BACA JUGA :  PPKM dan PSBB, Apa Bedanya?

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *