Petugas Gabungan Temukan 300 Kg Mi Berformalin dan Boraks di Aceh

Ilustrasi formalin (Foto; Istimewa)
Ilustrasi formalin (Foto; Istimewa)
Bagikan:

Banda Aceh – Petugas gabungan sebanyak 300 kilogram lebih mie basah diduga mengandung formalin dan boraks di Kompleks Pasar Matang Geulumpang Dua Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Petugas gabungan yang menggelar razia itu terdiri dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Aceh, Polda, Dinas Kesehatan Bireuen, Disperindagkop UKM dan Polres Bireuen.

“Ada sekitar 300 kilogram mi basah yang kami amankan dari sejumlah pedagang di Pasar Matang Geulumpang Dua Bireuen,” kata Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Bireuen Aceh, Azhar, dilansir Antara, Rabu (31/3/2021).

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan sampel di empat pengusaha mie basah di daerah ini.

BACA JUGA :  Kemensos Sebut Dua Tunawisma yang Ditemui Risma di Sudirman Thamrin Sedang Melatih Keterampilan

Lokasi temuan tersebut berada di Kompleks Pasar Ikan dan Kompleks Terminal Matang Geulumpang Dua Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen.

Atas kejadian itu, pemerintah daerah telah mengambil tindakan tegas berupa teguran kepada pedagang yang diduga melanggar.

“Untuk sementara pedagang yang nakal ini kita beri sanksi teguran, agar ke depan tidak lagi mengulangi perbuatan yang sama,” kata Azhar.

Azhar menegaskan jika ke depan para pedagang masih terdapat melakukan pelanggaran yang sama, maka dipastikan para pedagang yang melanggar akan dibawa ke ranah hukum.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menemukan bahan makanan menggandung formalin yang dijual di pasar tradisional.

Bersama pihak kepolisian dan pihak terkait lainnya, ditelusuri sejumlah sumber penjualan formalin hingga ke level distributor.

“Kami sudah melakukan upaya pengecekan langsung ke sejumlah distributor obat hewan di Palembang. Satu persatu distributor dicek guna meminta data dan informasi terkait distribusi zat formalin ini,” kata Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda, Kamis (25/3).

Fitri bilang, saat ini pihaknya sedang menelusuri informasi dari 23 disributor, dan memang ada 2 distributor yang menjual produk ini dalam jumlah besar.

Setelah ini, akan dicari ke mana zat kimia ini dijual, dan ini akan diawasi secara ketat agar tidak bisa dibeli oleh oknum secara bebas.

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *