Pilkada Usai, Dedi Iskandar Batubara Titip Pesan Spesial untuk Bobby

DEDI ISKANDAR BATUBARAKetua Komite III DPD RI
DEDI ISKANDAR BATUBARA Ketua Komite III DPD RI / Liputan.co.id
Bagikan:

JAKARTA – Anggota DPD RI dari daerah pemilihan (dapil) Sumatera Utara (Sumut) Dedi Iskandar Batubara menitipkan pesan untuk Bobby Nasution yang di atas kertas memenangkap Pilkada Kota Medan. Dedi berharap Bobby Nasution itu fokus pada pendidikan Agama Islam di Kota Medan.

 

Bacaan Lainnya

Bobby menurut Dedi merupakan sosok pemuca, yang menjadi  inisiator dan pelaku perjuangan bangsa untuk mencapai kemajuan, keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Persoalan pembangunan, diharapkan mampu diatasi oleh sosok pemuda yang memiliki semangat gotong-royong.

 

“Dan usai dilantik nanti, saya berharap Bobby langsung bergerak. Bekerja bersama masyarakata untuk membawa kemashlahatan bagi Al-Washliyah dan masyarakat Islam umumnya,” pesan Dedi dalam keterangan persnya, Selasa (5/1/2021).

BACA JUGA :  Gatot Tolak Ajakan Kudeta Demokrat, Netizen: Beda sama Jendral Sebelah

Dedi yang merupakan ketua Al-Washliyah Sumut menambahkan, saat ini terdapat 114 madrasah dan sekolah serta dua universitas dikelola oleh Al-Washliyah. Seluruh institusi itu tersebar di Kota Medan. “Tentu saja secara langsung dan tidak langsung kami titipkan amanah kepada pemimpin Medan, karena memang selama ini hubungan baik dengan pemerintah,” imbuh Dedi.

 

Ditambahkan Dedi, Pemuda menjadi pewaris dan penerus perjuangan bangsa. Namun permasalahan kepemudaan tidak bisa dianggap remeh di mana menyangkut globalisasi, ancaman narkoba, dan peran organisasi kepemudaan.

“Pemuda memiliki peran strategis dalam pembanggunan bangsa dan negara. Untuk itu negara wajib menjamin dan mengregenerasi kepemudaan. Sekali lagi saya berpesan, di tangan Bobby harapannya Kota Medan mampu memperdayakan dan mengembangkan kepemudaan,” tegasnya.

BACA JUGA :  Lukky Semen Doakan Gubernur dan Wagub Sulteng Cepat Sembuh dari Covid

Menurut Dedi, upaya tersebut telah dilakukan dalam Undang-undang (UU). DPR RI bersama pemerintah telah menerbitkan UU No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan. “Namun kita tidak tahu bahwa UU Kepemudaan itu, perlu dilakukan perubahan UU atau pergantian pasal saja,” tutur senator asal Sumatera Utara itu.

 

Dedi menambahkan UU Kepemudaan sekarang ini menjadi payung hukum yang sangat penting. Jika ditelaah dinamika kepemudaan Indonesia secara nasional sangat dinamis. “Saking dinamisnya kemudian muncul faksi-faksi. Maka saya kira ke depan perlu menjadi PR bersama,” tegas Dedi Iskandar. (ijs/ful)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar