PM Israel Akan Perluas Pemukiman Yahudi Menjelang Pemilu

Pemukiman Yahudi di Palestina sumber: suara palestina
Bagikan:

Jakarta – Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu megatakan pihaknya akan memperluas pemukiman Yahudi di Tepi Barat Palestina. Pernyataan itu dikeluarkan beberapa hari sebelum Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengakhiri masa jabatannya.

Dilansir AFP, langkah itu dilakukan akibat adanya perebutan politik di internal menjelang pemilu di Israel yang keempat dalam dua tahun terakhir, menyusull runtuhnya koalisi antara PM sayap kanan Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan berhaluan Tengah Benny Gantz.

Bacaan Lainnya

PM Israel menyerukan agar pihak berwenang menyetujui pembangunan 800 rumah baru bagi warga Yahudi.

“Israel berencana membangun 800 unit di Yudea dan Samaria,” kata sebuah pernyataan dari pemerintah.

Sebagai informasi, pemukiman Yahudi di Tepi Barat dianggap ilegal oleh banyak komunitas internasional.

Presiden terpilih AS Joe Biden, telah mengindikasikan bahwa pemerintahannya akan memulihkan kebijakan Washington pra-Trump, dan menentang perluasan pemukiman di wilayah Palestina yang diduduki.

Menurut analis politik Israel, Netanyahu diperkirakan akan membuat serangkaian permainan untuk suara sayap kanan, termasuk dengan memperkuat kredensial pro-penyelesaiannya untuk pemilu Israel 23 Maret 2021.

Serangkaian jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan bahwa Netanyahu menghadapi tantangan sayap kanan yang kuat dari kandidat pro-pemukim Gideon Saar, yang membelot dari partai Likud.

Israel merebut Tepi Barat dan Yerusalem Timur dalam perang tahun 1967. Keduanya adalah wilayah yang diinginkan Palestina untuk menjadi ibu kota negaranya kelak.

Hampir 500 ribu warga Israel tinggal di permukiman-permukiman di berbagai penjuru Tepi Barat. Warga Palestina menganggap pembangunan permukiman itu sebagai pelanggaran hukum internasional dan hambatan bagi perdamaian

BACA JUGA :  Saling Tuduh, Kini Israel Sebut Iran Dalang Meledaknya Kapal di Teluk Oman

(ANS/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *