Polisi Amankan Residivis Usai Cabuli Tiga Anak Kandungnya

Ilustrasi kasus tindak kekerasan seksual ayah terhadap anak kandungnya sendiri. (Istimewa)
Bagikan:

Banggai – Seorang residivis kasus pencabulan di Banggai, Sulawesi Tengah kembali mengulangi perbuatannya setelah bebas dari balik jeruji besi. Polisi kembali menangkap AK alias OP (60) setelah mencabuli tiga anak kandungnya sendiri. Pelaku ditangkap di Kelurahan Mendono, Kecamatan Kintom, Banggai.

“Pelaku berhasil kami tangkap beberapa hari yang lalu. Pelaku mengakui tiga korban yang dicabuli adalah anak kandungnya. Pelaku ini baru keluar dari penjara terkait kasus pencabulan. Saat itu korbannya anak kandungnya juga, tapi anak dari istri keduanya,” terang Kasat Reskrim Polres Banggai, AKP Pino Ary, Kamis (7/1/2021).

Ary mengatakan, pelaku sempat melawan menggunakan badik yang disisipkannya di pinggang saat akan ditangkap di tempat persembunyiannya.

BACA JUGA :  1.610 TNI-Polri Amankan Sidang Praperadilan HRS

Lebih lanjut, ternyata ketiga anak kandungnya itu sudah lama menjadi korban pencabulan pelaku. Salah satu korban, FR (23) mengaku sudah mendapat kekeresan seksual dari pelaku sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.

Pria paruh baya itu kini sudah ditahan di Polres Banggai. Ia dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) subsider Pasal 82 ayat (1) UU 35/2014 tentang Perubahan Atas UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak yang telah diubah dan ditambah dengan UU 17/2016 tentang Penetapan Perppu Nomor 1/2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU.

Residivis yang kembali berulah setelah kembali menghirup udara bebas juga pernah terjadi di Bali. Polisi kembaliu menangkap AHP yang masih berusia 15 tahun setelah membunuh karyawati bank berinisial NPW (24). Korban ditemukan meninggal bersimbah darah di atas tempat tidurnya pada Senin (28/12/2020).

Saat ditemukan, korban hanya mengenakan bra dan celana dalam. Tubuhnya penuh dengan luka tusukan pada bagian leher, dada, dan perut. Polisi mendapati ada 25 bekas luka tusukan yang bersarang di tubuh korban.

Sementara itu, pelaku merupakan residivis atas kasus pencurian kotak amal atau sesari (sumbangan sukarela) di Pura Jagarnatha dan Pura Taman Sari. Pelaku memang diketahui kerap beraksi di wilayah Buleleng. (Sdy/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *