Polisi Bersenjata Lengkap Jaga Mini Market di Mamuju

Minimarket di lokasi gempa Mamuju, Sulawesi Barat dijaga polisi bersenjata lengkap.
Minimarket di lokasi gempa Mamuju, Sulawesi Barat dijaga polisi bersenjata lengkap. (Foto: BNPB)
Bagikan:

Mamuju – Polisi bersenjata lengkap mulai menjaga ketat Minimarket di lokasi gempa Mamuju, Sulawesi Barat. Hal ini karena banyak warga panik karena kehabisan bahan makanan

Salah satu anggota Samapta Polda Sulawesi Tengah, Bripda Leo Asnawi berinisiatif menjaga ketat toko retail dan SPBU yang berada di wilayah Martadinata, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (19/1/2021).

Bacaan Lainnya

“Pengetatan di sejumlah wilayah akan dilakukan pada masa darurat bencana. Tak hanya menjaga toko dan SPBU, kami juga akan memberikan arahan terkait kedisiplinan penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat yang hendak membeli barang kebutuhan.,” ujarnya.

Hal tersebut dilakukan karena penularan virus Covid-19 masih berpotensi terjadi di Tanah Air.

Ia menyatakan, sejak toko dan SPBU dibuka pada masa darurat bencana pada Senin (18/1), antusias masyarakat untuk membeli kebutuhan sehari-hari sangat tinggi. Bahkan dia harus bersiaga sejak toko buka mulai dari jam 08.00 hingga 21.00 WITA.

“Bahkan, kami harus berjaga dari toko buka pukul 08:00 hingga 21:00 WITA. Saking banyaknya, parkiran kendaraan pembeli di sini penuh terus,” ujar Asnawi.

Asnawi mengingatkan, masyarakat Mamuju dapat menjaga ketertiban dan kooperatif selama berbelanja selama dua hari ini dan pada masa darurat bencana ke depan.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo telah memberikan arahan kepada seluruh toko yang menjual kebutuhan pokok agar dapat tetap melayani masyarakat selama masa tanggap darurat bencana.

Doni meminta agar dalam pelaksanaannya dapat dibantu oleh aparat keamanan dari unsur TNI/Polri demi memberikan rasa aman dan nyaman warga terdampak selama kegiatan jual beli tersebut.

BACA JUGA :  TNI AD Kirim Bantuan Logistik dan Alutsista Untuk Korban Gempa Sulbar

Selain itu, Doni juga mengarahkan kepada seluruh komponen yang bertugas pada masa tanggap darurat bencana Gempabumi Sulbar agar dapat melakukan inventarisasi kebutuhan logistik bagi masyarakat terdampak bencana gempabumi.

“Hal tersebut dilakukan supaya pendistribusian logistik dapat berjalan optimal dan kemudian tidak menjadi ketimpangan di tengah masyarakat terdampak bencana sebagai penerima bantuan,” ujar Doni, Sabtu (18/1/2021).

Menyoal terkait bantuan sosial, Doni juga mengimbau kepada masyarakat terdampak bencana yang membutuhkan bantuan logistik agar dapat kooperatif dan berkomunikasi dengan baik, agar kemudian dapat diberikan bantuan secara merata dan lebih optimal.

“Saya meminta warga bisa melakukan komunikasi dengan baik. Saya tidaj menganjurkan untuk mengambil paksa. Bila bicara baik-baik, maka akan mendapatkan bantuan dari pemerintah,” tutup Doni.

(FWI/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *