Polisi Tangkap Ibu Rumah Tangga di Kampar yang Edarkan Sabu

Ilustrasi penangkapan ibu rumah tangga yang jadi pengedar sabu. (bakinnews)
Bagikan:

Kampar – Jajaran Satresnarkoba Polres Kampar meringkus seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial LW alias IN (34), warga Koto Bangun, Desa Salo, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, Riau pada Senin (18/1/2021). Penangkapan dilakukan karena LW kedapatan memiliki sabu saat polisi menggeledah kediamannya.

“Turut diamankan barang bukti 4 paket kecil narkotika jenis sabu terbungkus plastik bening, 2 buah bong, 1 pucuk air softgun dan beberapa peralatan penggunaan sabu, serta 1 unit handphone merk Samsung,” terang Kasatres Narkoba AKP Daren Maysar S.H. saat dikonfirmasi, Selasa (19/1/2021).

Tersangka dan barang bukti lalu dibawa ke Polres Kampar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sejauh ini, polisi sudah melakukan tes urine terhadap LW dan hasilnya positif Methamphetamine.

BACA JUGA :  Banyak yang Party di Saat Pandemi, Diskotek X Dronk Disegel Polisi

Atas keterlibatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 114 (1) junto pasal 112 (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat selama 5 tahun.

Kasus serupa juga pernah diungkap oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Tengah. Petugas menangkap J (41), seorang wanita yang kesehariannya sebagai IRT. Penangkapan dilakukan oleh polisi setelah adanya informasi yang menyebut di Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, ini ada yang menjual sabu dalam jumlah besar.

“Dari tangan tersangka, anggota kami berhasil menyita 40,16 gram dari sembilan paket beserta sejumlah barang bukti lainnya, seperti timbangan digital,” ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Kalteng, Kombes Pol Nono Wardoyo, di Palangka Raya, Sabtu (9/1/2021).

Saat diperiksa, tersangka mengaku mendapatkan sabu dari seorang perempuan yang tak diketahui alamatnya. Tersangka sendiri mengambil untung Rp100 ribu per paket. Ia mengaku membeli dengan harga Rp5,4 juta dan menjualnya seharga Rp5,5 juta per lima gram. (Sdy/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *