Polisi Ungkap Narapidana Kembali Edarkan Sabu Dari Lapas

Bagikan:

Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri melakukan penggerebekan di Medan, Sumatra Utara. Sebanyak enam orang beserta 50 kg sabu berhasil diamankan pada operasi tersebut. Keenam orang tersebut merupakan sindikat jaringan Aceh-Medan-Jakarta.

“Penggerebekan ini adalah hasil pengembangan kasus 25 kg sabu di Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Dari situ kami mendapat informasi kalau narkoba tersebut berasal dari Aceh,” terang Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Krisno Siregar dalam keterangan resminya, Kamis (31/12/2020).

Ia pun menjelaskan, barang haram tersebut bersumber dari Aceh, lalu dikirim ke Medan untuk selanjutnya diedarkan di Jakarta dan kota lain di Pulau Jawa.

BACA JUGA :  Usut Kekerasan Terhadap Jurnalis Tempo, Polda Jatim Bentuk Tim Khusus

Sementara penangkapan keenam orang ini bermula dari penangkapan tiga orang terlebih dahulu di Komplek Meher Palace, Medan Amplas, Medan, pada Senin (28/12/2020). Ketiga orang tersebut adalah DHU, FF, dan F yang berperan sebagai penerima paket sabu. Paket sabu disembunyikan dalam kemasan teh Tiongkok seberat 50 kg.

Dari penangkapan tersebut, polisi kembali bergerak cepat dan berhasil menangkap H, kurir yang mengantar paket dari Aceh menuju Medan. Sehari kemudian polisi berhasil menciduk AAFS alias David di Delli Serdang, Sumatera Utara. David berperan sebagai pengatur pengiriman sabu tersebut.

” David kemudian mengakui dikendalikan oleh KR, warga binaan Lapas Tanjung Gusta, Medan,” imbuh Krisno.

Selanjutnya, Polri pun berkoordinasi dengan pihak lapas dan mengamankan KR untuk proses penyidikan. Sampai saat ini polisi masih mengusut kasus peredaran gelap narkotika tersebut.

Para pelaku dijerat Pasal 112 ayat 2, Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 4 tahun dan maksimal hukuman mati. (Sdy/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *