Posisi Sudah Dikunci, Blackbox Sriwijaya Air Diangkat Pagi Ini

Basarnas menyerahkan temuan puing-puing Sriwijaya Air SJ128 di Posko Terpadu operasi SAR Sriwijaya SJ-182 di JICT 2 Tanjung Priok, Jakarta. (Foto: Basarnas)
Bagikan:

Jakarta – Kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh ke perairan pulau seribu akan diangkat hari ini. Kotak berwarna oranye ini akan menjadi temuan terpenting yang akan menjawab segala hal terkait insiden tersebut.

Badan SAR Nasional (Basarnas) telah menyiapkan 15 penyelam yang sudah berada di Posko penyelamatan.

Saat ini sinyal yang dipancarkan blackbox pesawat Sriwijaya Air SJ182 sudah teridentifikasi di kedalaman sekitar 20 meter di bawah permukaan laut.

Sebelumnya Basarnas telah menemukan 15 serpihan pesawat dan 5 item barang-barang milik penumpang, termasuk sebua turbin yang kondisinya hancur.

Benda ini semula akan diangkat malam tadi, namun akhirnya diputuskan esoknya, atau pagi ini, Senin (11/1/2021).

Direktur Operasi Basarnas Rasman MS mengatakan, proses pengangkatan blackbox lebih cepat akan lebih baik. “Tadi malam kondisinya gelap dan bergelombang, itu tidak akan efektif,” jelas Rasman.

Dia melanjutkan, tim yang berada di lokasi pada malam hari tadi masih tetap beroperasi dan membawa objek-objek yang ditemukan di lokasi.

Saat ini kapal-kapal TNI Angkatan Laut yang memiliki kemampuan sonar untuk mendeteksi di bawah air terus melakukan kegiatan.

Dengan ditemukannya lokasi kotak hitam secara jelas, ia berharap operasi pengangkatan tak akan memakan waktu lama.

BACA JUGA :  Kotak Hitam Tak Memancarkan Sinyal, 40 Penyelam Mencari Secara Manual

Operasi pengangkatan benda-benda dan bangkai pesawat Sriwijaya dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, Kementerian/Lembaga, dan instansi lainnya menggunakan berbagai alat seperti kapal, perahu karet, dan lainnya.

BACA JUGA :  Basarnas: Pesawat Sriwijaya Air yang Jatuh Tidak Mengirimkan Sinyal Emergency

Terdapat 50 kapal besar dan 100 perahu skala kecil seperti perahu karet dan lainnya. Selain itu terdapat 12 unit pesawat termasuk helikopter milik TNI AU, Polisi Air dan Udara, Basarnas, termasuk dari perusahaan yang memiliki angkutan udara.

Di darat disiagakan 8 ambulans dari Dinas Kesehatan, Kepolisian, Basarnas, dan TNI.

Kekuatan personil yang diterjunkan juga tak tanggung-tanggung. Jumlah yang mendaftarkan diri untuk ikut dalam misi kemanusiaan ini sebanyak 2.123 orang meliputi awak kapal, awak pesawat, rescuer, penyelam, dan lainnya. (Mjr/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *