PPKM Melindungi Warga dari Acaman Wabah, Denty: Ini Bagian dari Prioritas

Denty Eka Widi Pratiwi - Anggota Komisi II DPD RI
Denty Eka Widi Pratiwi - Anggota Komisi II DPD RI
Bagikan:

JAKARTA – Anggota Komite II DPD RI Denty Eka Widi Pratiwi menegaskan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali untuk menekan penyebaran COVID-19 merupakan langkah prioritas yang harus dilakukan meski akan berdampak pada kegiatan ekonomi.

“PPKM Jawa-Bali sudah tepat, kita mesti ambil skala prioritas, mau jalan dua-duanya sulit, sebab kalau kemudian kita bicaranya ini COVID-19 bisa kita tekan, terus kemudian ekonominya tinggi terlalu ideal dalam konteks hari ini,” terangnya, Jumat (8/1/2021).

Menurut dia, saat ini edukasi yang juga perlu dilakukan adalah mengajak para pelaku ekonomi untuk tetap beraktivitas dengan membangun ekosistem baru yakni memanfaatkan pemasaran secara daring.

Hal yang sama berlaku untuk pelaku industri pariwisata yang sekarang ini akan merasakan dampak paling besar dari kebijakan PPKM dan berpotensi mengalami kerugian.

“Ancaman kerugian ini sangat mengkhawatirkan. Maka Tingkat kerugian ini harus ditekan. Pemerintah Pusat dan daerah harus pandai-pandai mencari jalan keluar, agar produk yang dihasilkan, potensi wisata yang dijual tidak percuma,” ujarnya.

Senator Asal Jawa Tengah ini meyakini dunia usaha akan lebih memahami bahwa situasi pada saat pandemi memang tidak mudah dan merupakan tantangan bersama.

Maka Denty sangat mengharapkan seluruh masyarakat mau diajak disiplin dengan tetap berada di rumah selama 2 x 14 hari karena hasilnya bisa dirasakan secara positif usai kebijakan PPKM berakhir.

“Ayo kita gotong-royong. Beberapa bulan ini kita tingkatkan disiplin. Ini demi kepentingan semuanya. Ke depan, minimal 14 hari ketiga yang bisa dilihat hasilnya,” katanya.

Tidak bisa dipungkiri, lanjut Denty jika di masa seperti sekarang dibutuhkan pengorbanan dari seluruh komponen masyarakat, apalagi masyarakat Indonesia sudah mengalami pandemi COVID-19 selama hampir satu tahun.

BACA JUGA :  Fenomena Rasisme di Media Sosial dan Ancaman Perpecahan Bangsa

“Sebulan ini kita jadikan edukasi. Sampaikan kepada mereka dengan pembatasan di tempat destinasi, hotel, restoran semuanya yang mesti kita lakukan, suka tidak suka, mau tidak mau,” tegasnya.

Denty juga menyinggung langkah Pemprov Jateng yang bersiap menerapkan kebijakan pengetatan pembatasan pergerakan masyarakat pada 11-25 Januari 2021 sesuai instruksi pemerintah pusat untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran COVID-19.

“Pak Ganjar (Gubernur Jawa Tengah) sangat memahami persoalan yang terjadi di daerah. Bagaimana mengatasinya, dan bagaimana pula melakukan langkah-langkah aktif, agar sektor usaha masyarakat tetap hidup. Sebagai warga Jawa Tengah, saya berikan suport untuk langkah-langkat terpadu itu,” pungkas Denty. (ijs/ful)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *