Program Cetak Sawah Harus Berjalan, Eni Khairani Pertanyakan Peremajaan Kelapa di Bengkulu

ENI KHAIRANI Anggota Komite II DPD RI / SeputarNusantara
Bagikan:

BENGKULU – Anggota Komite II DPD RI Eni Khairani memberikan apresiasi terhadap langkah yang dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu yang kembali mengusulkan pencetakan sawah baru di lahan perkebunan kelapa sawit dan rawa di daerah itu seluas 300 hektare.

Cetak sawah baru di lahan perkebunan kelapa sawit dan rawa yang sempat batal dilaksanakan tahun 2020 yakni di lahan seluas 300 hektare karena karena tidak tersedia anggaran untuk kegiatan tersebut. Untuk itu, tahun 2021 diusulkan kembali program tersebut di tiga kecamatan yakni XIV Koto, Kecamatan Air Manuto dan Kecamatan Lubuk Pinang.

“Alhamdulillah jika ini kembali diusulkan oleh Pemerintah Daerah. Apalagi sudah ada survei investigasi desain (SID) oleh tim dari pemerintah provinsi setempat. Mudah-mudahan ini berjalan dengan lancar,” jelas Senator Asal Bengkulu itu, Rabu (6/1/2021).

Sementara itu, luas lahan perkebunan kelapa sawit dan rawa yang menjadi sasaran program cetak sawah baru berdasarkan survei investigasi desain (SID) yakni sekitar 2.600 hektare. Namun sampai sekarang ini belum sebagian lahan perkebunan kelapa sawit dan rawa di daerah ini yang menjadi sasaran program cetak sawah baru berdasarkan SID yang telah dicetak menjadi sawah.

“Saya mengusulkan agar pengerjaan kegiatan pencetakan sawah baru di seluruh lahan perkebunan kelapa sawit dan rawa yang masuk dalam SID program cetak sawah baru di daerah ini dilaksanakan secara bertahap setiap tahun. Jangan sampai gagasan dan program ini tersendat lagi. Karena begitu besar manfaatnya,” paparnya.

Eni juga menyinggung soal rekomendasi teknis dari Kementerian Pertanian terkait tindak lanjut program peremajaan tanaman kelapa sawit. “Ini harus jemput bola. Apalagi berkas usulan program peremajaan tanaman kelapa sawit milik dari dua kelompok tani di Kecamatan Malin Deman sudah di Kementerian Pertanian. Dinas Pertanian setempat harus cekatan, merespon ini,” tegasnya.

BACA JUGA :  Waspada! Pintu Air Pasar Ikan Jakarta Utara Sudah Siaga II

Dinas Pertanian setempat tahun 2020 mengusulkan peremajaan tanaman kelapa sawit yang tidak produktif karena menggunakan bibit asalan dan berusia tua di lahan perkebunan sawit seluas sekitar 369 hektare milik dua kelompok tani di daerah ini.

Dari lahan perkebunan kelapa sawit seluas sekitar 369 hektare tersebut, seluas 268,33 hektare lahan perkebunan kelapa sawit milik kelompok tani Maju Bersama Desa Air Merah dan KRP Bukit Barisan Desa Gajah Makmur seluas 101 hektare.

“Pemprov juga berkewajiban untuk merespon program ini. Apalagi Pemprov Bengkulu sudah melakukan verifikasi data dokumen lahan perkebunan kelapa sawit milik dua kelompok tani Maju Bersama Desa Air Merah dan Bukit Barisan Desa Gajah Makmur,” jelas Eni. (ijs/ful)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *