Prokes Ketat Lindungi Penyandang Disabilitas dari Paparan Covid-19

Bagikan:

JAKARTA – Pandemi COVID-19 telah menimbulkan dampak besar pada tatanan kehidupan masyarakat. Kasus COVID-19 menunjukkan tren peningkatan, salah satunya melalui peningkatan kasus konfirmasi positif di kluster keluarga.

Anggota Komite III DPD RI Eni Sumarni mengatakan, Pemerintah telah menerbitkan Protokol Kesehatan Keluarga pada masa Pandemi COVID-19 untuk mencegah penularan COVID-19 pada kluster keluarga.

Penyusunan protokol tersebut merupakan salah satu arahan Presiden Joko Widodo kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menanggapi penambahan kasus positif COVID-19 yang banyak terjadi di kluster keluarga.

“Karena itu, keluarga dianggap sebagai salah satu garda terdepan dalam pencegahan dan pengendalian COVID-19.” terang Eni Sumarni, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/1/2021).

Perempuan, sambung dia sebagai manajer keluarga, sangat berperan sebagai benteng keluarga untuk memutus rantai penularan COVID-19.

“Protokol kesehatan keluarga secara umum adalah tentang 3M, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak,” imbuhnya.

Selain itu juga menghindari kerumunan, meningkatkan daya tahan tubuh dengan perilaku hidup bersih dan sehat, membatasi interaksi dengan orang lain, tidak merokok di dalam rumah, serta menerapkan etika batuk dan bersin.

“Tidak bisa dipungkiri, anggota keluarga rentan meliputi ibu hamil, ibu menyusui, ibu nifas, bayi, balita, lanjut usia, dan penyandang disabilitas,” jelasnya.

Anak penyandang disabilitas merupakan salah satu kelompok di dalam keluarga yang memiliki kerentanan ganda terhadap penularan COVID-19.

Maka DPD mengapresiasi langkah Pemerintah yang telah menerbitkan Protokol Perlindungan Terhadap Anak Penyandang Disabilitas dalam Situasi Pandemi COVID-19.

“Pelindungan khusus anak dengan disabilitas juga harus sesuai dengan Protokol Perlindungan Terhadap Anak Penyandang Disabilitas dalam Situasi Pandemi COVID-19,” jelasnya.

Mengacu pada Protokol Kesehatan Keluarga Pada Masa Pandemi COVID-19, salah satu protokol kesehatan yang harus dilakukan adalah penggunaan masker. Namun, masker tidak dianjurkan bagi anggota keluarga yang menderita kelumpuhan dan tidak mampu melepas masker tanpa bantuan.

BACA JUGA :  Olike Rilis Botol Minum Pintar Yang Bisa Ajak Anak Ngobrol

Selain itu, perawat dan pendamping anggota rentan, termasuk anak penyandang disabilitas, juga harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Selain menggunakan masker, juga harus menjaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir,” terang Senator dari Jawa Barat itu. (ijs/ful)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *