Proses Pencarian Sriwijaya Air SJ182 dari Udara

Bagikan:

TNI Angkatan Udara (AU) melakukan patroli udara untuk mencari pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Dalam penelusuran via udara, sejauh ini temuan yang signifikan adalah berupa tumpahan minyak. TNI AU melakukan patroli udara bersama awak media menggunakan pesawat CN A 2904. Kapten Gilang S Pranajaya selaku pilot pesawat mengungkap tumpahan minyak sebagai temuan yang paling signifikan.

“Saat kita terbang dengan ketinggian rendah 500 feet di atas permukaan laut kita dapat melihat rekan AL dan penyelamnya sudah mulai melakukan pencarian. Kemudian ada beberapa hal yang signifikan sekitar lokasi area itu ditemukan tumpahan-tumpahan minyak terlihat jelas sehingga itu semakin meyakinkan lokasi tempat jatuhnya Sriwijaya SJ182,” kata Gilang di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (10/1/2021).

Bacaan Lainnya

Pesawat mengudara selama 1,5 jam dengan pola square pattern atau memutar untuk memantau lokasi jatuhnya Sriwijaya Air SJ182. Gilang menyatakan pesawat terbang dengan ketinggian bervariasi untuk melihat benda-benda mencolok di perairan.

“Ketinggiannya bervariasi mulai dari 500 feet di atas permukaan laut untuk semakin meningkatkan jarak pandang kita agak tinggi bila sudah ternyata ada sesuatu yang agak mencolok baru kita turun kembali untuk memperjelas penglihatan,” ujar Gilang.

“Untuk yang mencolok ada beberapa seperti tumpahan minyak, kemudian ada rekan TNI AL,” jelasnya.

 

Sumber : Youtube/detikcom

Bagikan:
BACA JUGA :  Pencarian CVR Sriwijaya Air, NasDem Usulkan Pakai Dukun

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *