PTM Terpaksa Ditunda Lantaran Wabah Naik, Ini Saran Sylviana Murni

Sylviana Murni - Ketua Komite III DPD (Foto: AyoJakarta.com)
Sylviana Murni - Ketua Komite III DPD (Foto: AyoJakarta.com)
Bagikan:

JAKARTA – Ketua Komite III DPD RI Sylviana Murni menilai keputusan pemerintah menunda pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah sampai situasi pandemi COVID-19 terkendali adalah langkah tepat. Ini upaya menyelamatkan jiwa anak bangsa di tengah situasi ekonomi yang tengah sulit.

Menurut Sylviana Murni, kota-kota besar khususnya Jakarta yang masih dalam situasi pandemi COVID-19, bahkan penyebarannya terus meningkat, perlu langkah yang lebih kongkrit dalam menghapus Jakarta sebagai episentrum wabah Virus Corona.

“Jika menunda pelaksanaan PTM, dilakukan ini langkah yang tepat. Musti ada formula yang baik agar proses belajar-mengajar tetap berjalan baik. Anak-anak tetap mendapatkan pembelajaran, tanpa terkendala tekhnis,” terang Sylviana, dalam keterangannya Kamis (7/1/2021).

Senator asal DKI Jakarta ini menambahkan kegiatan belajar mengajar dengan pola pembelajaran jarak jauh (PJJ) agar diteruskan untuk melindungi murid dan guru dari kemungkinan terpapar COVID-19.

“Pada pelaksanaan PJJ, harus pula dilakukan inovasi baru untuk menumbuhkan kreativitas murid. Tidak mungkin situasi stagnan seperti ini dibiarkan berlarut-larut. Sekali, lagi perlu inovasi dan langkah kongrit dari Pemprov DKI,” pinta Sylviana.

Ditambahkanta, memutuskan menunda pelaksanaan PTM di sekolah sampai situasi pandemi COVID-19 aman dan terkendali adalah cara aman. Sebelum ada jaminan kondisi dan situasi.

“Setidaknya ada tiga faktor utama yang menentukan untuk dapat melaksanakan PTM di sekolah. Pertama, kesiapan protokol kesehatan di setiap sekolah. Akan tetapi, realitasnya sebagian besar belum siap,” imbuhnya.

Kedua, ada persetujuan dari komite sekolah serta dari masing-masing orang tua murid. Ketiga, situasi pandemi COVID-19 sudah aman dan terkendali. Realitasnya, secara umum penyebaran COVID-19 trennya terus meningkat.

“Dari hasil survei dan kajian, ketiga faktor tersebut belum terpenuhi sehingga diputuskan belum bisa melaksanakan PTM di sekolah saat ini. Pelaksanaan PTM ditunda,” jelas Sylviana. (ijs/ful)

BACA JUGA :  Masyarakat Murmansk Sambut Matahari Terbit, Usai Jalani 40 Hari Gelap Gulita

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *