Puing Roket Ditemukan di Perairan Kalteng, Ini Kata Teras Narang

Foto: Agustin Teras Narang Ketua Komite I DPD RI / Banjarmasin.co
Bagikan:

Pecahan roket milik China berukuran besar ditemukan di Perairan Kalimantan Tengah (Kalteng). Anggota DPD RI Dapil Kalteng, Agustin Teras Narang mengimbau pemerintah meminta penjelasan China terkait penemuan tersebut.

“Pemerintah bisa meminta pemerintah China memberi penjelasan mengenai puing roket yang ditemukan di Kalteng,” ujar Teras Narang, Rabu (6/1/2021).

Puing roket milik China ditemukan di Teluk Ranggau, Sei Cabang, Kumai, Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng, oleh nelayan yang hendak memancing pada Senin (4/1). Puing roket itu berbentuk setengah tabung dengan panjang kurang lebih 8 meter dan diameter kurang lebih 5 meter.

Bahan dari bagian roket tersebut terbuat dari fiber dan hanecom aluminium. Pada bagian puing terdapat logo atau lambang berbentuk bintang berwarna kuning dengan tulisan ‘CNSA’ yaitu singkatan dari China National Space Administration, atau badan antariksa China. Terlihat juga bagian puing bekas terbakar.

“Puing besar yang ditemukan itu diduga adalah sampah antariksa. Walaupun mungkin terbawa arus laut, tetap saja puing tersebut saat ini berada di teritori Indonesia. Pemerintah China harus memberikan klarifikasi,” ujar Teras Nerang.

Selain puing besar, di lokasi juga ditemukan benda-benda lain yang diduga sejumlah elemen elektronik dengan kode-kode. Teras Narang menyebut koordinasi dengan pihak China perlu dilakukan untuk mengetahui akan diapakan sisa-sisa roket tersebut.

“Sampai Rabu pagi ini, serpihan puing roket dan beberapa temuan di TKP sudah diamankan di Pos TNI AL Kumai menunggu kedatangan tim KNKT. Saya rasa pihak China harus dilibatkan dalam proses analisis,” tegas Ketua Komite I DPD RI itu.

Puing yang ditemukan di Perairan Kalteng tersebut diduga bagian roket CNSA yang meledak pada 10 April 2020. Roket itu diketahui lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Xichang di Provinsi Sichuan, China. Tidak diketahui di mana roket terjatuh.

BACA JUGA :  Peringkat Tiga Dunia, Dalam Sehari Lebih Dari Seribu Orang Meninggal Akibat Covid-19 di Brasil

“Perlu ada kejelasan mengenai pecahan roket ini. Kita nantikan statement resmi dari pemerintah China,” kata Teras Narang.

Mantan Gubernur Kalteng itu berharap agar Kemlu aktif berkoordinasi dengan pihak China mengenai penemuan puing roket. Selain itu, Teras Narang juga berharap tim gabungan dari Polri, TNI, dan Basarnas tetap memberi pendampingan kepada nelayan yang menemukan serpihan roket tersebut. (ijs/elz)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *