Reshuffle Kabinet di Akhir Tahun,  Begini Analisis Big Data dari Sciograf Indonesia 

Bagikan:

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan reshuffle kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin di akhir tahun 2020. Reshuffle ini tidak jauh berbeda dari prediksi Sciograf Indonesia.

Sciograf merupakan layanan Big Data dengan teknologi end to end yang terdiri dari Web/Robot Crawler, Indexing/Clustering dan Analytics Big Data. Technology Sciograf dapat melaksanakan prasyarat untuk tantangan teknologi Big Data dengan karakteristik Volume, Velocity & Variety.

Tak hanya itu, Sciograf dapat mengelola dan menghasilkan keluaran data atau informasi dengan volume (kecepatan) yang sangat besar dan berkecepatan tinggi serta untuk menggabungkan/ menghubungkan data dengan berbagai format (variasi). Sciograf pun melakukan analisis terkait reshuffle kabinet dengan metode berbagai hal yang berkembang di media sosial.

Strategic Analyst Sciograf Indonesia, Haris Fikri memaparkan hasil analisis terkait prediksi reshuffle kabinet. Analisis ini juga berdasarkan hasil temuan dari mesin Sciograf yang membaca perilaku di media sosial.

Dimulai dari Januari 2020-Desember 2020 yang diketahui banyak pembicaraan di internet, baik di sosial media twitter, Facebook, media online maupun di Youtube mengenai reshuffle kabinet. Haris kemudian membagi 3 babak atau 3 fase/periode pembicaraan soal reshuffle kabinet.

Pembabakan pertama pada bulan Januari-Maret 2020. Dari mesin Sciograf, diketahui mulai ada pembicaraan reshuffle kabinet pada 27 Januari. Pada hari itu merupakan peringatan 100 hari kerja pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Pada periode 100 hari itu banyak kritikan, banyak masukan dan evaluasi yang disampaikan masyarakat. Masukan juga ada baik dari oposisi maupun internal pemerintah sendiri,” kata Haris yang merilis hasil analisis Sciograf Indonesia pada Senin (21/12/2020).

BACA JUGA :  Cek Sertifikat Tanah Sangat Mudah, Begini Caranya

Dari Januari-Desember 2020 ada kenaikan pembicaraan pada beberapa fase. Fase pertama di bulan Januari-Maret, terutama saat 100 hari pemerintahan Jokowi meski sebelum peringatan 100 hari Jokowi-Ma’ruf Amin, isu reshuffle kabinet sudah mulai dibicarakan.

Data dari mesin Sciograf juga menunjukkan key influencer, atau siapa-siapa saja yang membicarakan reshuffle kabinet per fase periode. Kemudian mesin Sciograf juga menangkap top leading influencer, termasuk akun milik media massa, yang mengulas soal isu reshuffle kabinet.

“Top leading influencernya yaitu orang atau akun yang memiliki followers banyak. Ada detikcom, tvonenews, kompascom, Demokrat TV dan lain-lain yang membicarakan reshuffle kabinet,” sebut Haris.

Berdasarkan mesin Sciograf, media-media online sudah mulai membicarakan sejak Januari 2020. Hanya saja, kata Haris, keramaian soal reshuffle kabinet baru mulai terjadi pada akhir Februari 2020, yang dapat disimpulkan pasca 100 hari kerja pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Artinya setelah 100 hari ini mulai orang membicarakan reshuffle kabinet baik di media online, Twitter, Facebook, Instagram maupun Youtube,” sebutnya.

Mesin Sciograf juga menemukan sebanyak 4.223 unique account di media sosial dengan engagement hampir 75,5 juta yang membicarakan soal reshuffle kabinet. Sebarannya pun terlihat dari Aceh sampai Papua.

Dari hasil pemantauan mesin Sciograf pun ditemukan kenaikan signifikan soal isu reshuffle kabinet terjadi pada bulan Juni, dimulai sejak tanggal 27 Juni 2020. Puncak kenaikan itu tepatnya pada 29 Juni 2020, dengan total hampir 10 ribu pembicaraan di semua kanal media sosial.

“Tanggal itu adalah Jokowi untuk pertama kalinya menyampaikan kekecewaan terhadap kinerja para menterinya. Dan Jokowi sendiri yang mengancam akan melakukan reshuffle kabinet,” terang Haris.

Mesin Sciograf pun bisa mendeteksi siapa influencer terbesar yang membicarakan soal reshulle kabinet di bulan Juni itu, di antarannya adalah akun Twitter milik Demokrasi News dan Gelora News. Sementara itu untuk top leading influencer, akun milik Deddy Corbuzier masuk menjadi salah satunya dalam fase kedua pembicaraan soal isu reshuffle.

BACA JUGA :  Catat! Posisi Duduk yang Benar Saat Bekerja

Dalam periode kedua dari 16 Juni-16 Agustus 2020, terdapat banyak pembicaraan mengenai reshuffle kabinet di media sosial. Lewat data dari hasil mesin pencarian Sciograf, diketahui jumlah konten-konten terkait reshuffle kabinet. Haris menyampaikan 10 besar media online yang menerbitkan artikel terkait reshuffle kabinet dalam periode kedua itu.

“Tribunnews mengeluarkan sampai 522 artikel terkait dengan reshuffle. Kompasiana 316, Rakyat Merdeka 176, Warta Ekonomi 161, detikcom 133 artikel, Kompascom 133, Tempo,co 95, medeka.com 91, Sindonews 90, sampai JPNN.com menyampaikan 77 artikel terkait dengan reshuffle. Ini merupakan angka yang cukup banyak,” ujarnya.

“Engagement-nya pun cukup luar biasa. Terdapat 21 ribu lebih unique account di Twitter yang membicarakan masalah reshuffle dengan engagement yang cukup tinggi, yaitu hampir 138 juta dan dilihat oleh banyak orang,” tambah Haris.

Mesin Sciograf juga bisa melihat orang-orang atau akun yang meng-influence terkait pembicaraan reshuffle kabinet, termasuk akun milik Presiden Jokowi sendiri. Ini dimulai saat Jokowi menyampaikan kemarahannya kepada jajaran para menteri. Selebihnya, ungkap Haris, mayoritas adalah akun milik kelompok oposisi.

“Ini menarik. Artinya isu yang disampaikan oleh Jokowi itu dimakan oleh akun-akun oposisi dan mereka ikut membicarakan itu dan meng-influence luar biasa,” terangnya.

Fase ketiga soal ramainya isu reshuffle kabinet yang dibicarakan di media sosial terjadi pada November-Desember 2020. Lonjakan tinggi desakan untuk reshuffle kabinet terjadi pada 14 November, lewat cuitan influencer Denny Siregar. Kenaukan juga terjadi pada 27 November yang merupakan hari terjadinya operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Edhy Prabowo yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

“Kejadian ini yang mendorong orang-orang mewacanakan agar Jokowi perlu melakukan reshuffle kabinet,” kata Haris.

Desakan tinggi agar dilakukan reshuffle kabinet di media sosial yang terbaca mesin Sciograf kembali terjadi pada tanggal 10 Desember, yang bertepatan dengan terjadinya OTT KPK terhadap satu lagi menteri Jokowi, yakni Juliari Batubara saat masih berada di posisi Menteri Sosial.

“Dua OTT KPK mengakibatkan desakan publik kepada Jokowi melalui kanal-kanal media sosial untuk melakukan reshuffle cukup besar,” ucap Haris.

Pada periode ketiga, terdapat perbedaan pada key influencer yang membicarakan soal reshuffle kabinet. Dari mesin Sciograf diketahui juga ada satu provinsi, yakni Kalimantan Tengah, yang tidak membicarakan soal reshuffle kabinet di fase ketiga.

“Jika sebelumnya key influencernya adalah kelompok oposisi, seperti Haikal Hassan, di bulan ini ada Denny Siregar dan Kurawa yang merupakan akun dari Pro Jokowi,” ucap Haris.

BACA JUGA :  3 Program Kerja Menteri Sandiaga Uno Pulihkan Bali

Selain berdasarkan temuan data dari mesin Sciograf, Haris juga merinci indikator-indikator lain mengenai potensi reshuffle Kabinet Indonesia Maju. Sciograf melihat indikator kinerja kementerian saat pandemi virus Corona (Covid-19), momen reshuffle yang dilakukan Jokowi sebelum-sebelumnya, hingga profil Jokowi yang merupakan pimpinan tanpa kompromi (uncompromising).

“Kinerja menteri dalam 1 tahun yang menjadi sorotan Sciograf adalah Menteri Kelautan dan Perikanan, Mensos, Menhan, Menkopolhukam, Menag, Menparekraf, Menpan RB, dan Mendiknas,” urai Haris.

Sciograf pun melihat kebiasaan Jokowi melakukan reshuffle kabinet sejak periode pertamanya memimpin Indonesia. Jokowi memiliki kebiasaan mengambil keputusan besar di setiap hari Rabu. Secara penanggalan Jawa, Jokowi banyak mengambil keputusan di hari Rabu Pon atau Rabu Pahing.

Data Reshuffle Kabinet yang dilakukan Jokowi di periode pertamanya adalah:
– 12 Agustus 2015 (Rabu Pon)
– 27 Juli 2016 (Rabu Pon)
– 17 Januari 2018 (Rabu Pahing)
– 15 Agustus 2018 (Rabu Pahing)

Kemudian, Sciograf melihat personality Jokowi yang menjadi salah satu indikator kemungkinan reshuffle dilakukan di akhir tahun 2020 atau awal 2021. Personality Jokowi yang sangat kuat adalah ia tak mau berkompromi. Jika ada kesalahan atau kurangnya kinerja anak buahnya, Jokowi tak segan untuk melakukan pergantian.

“Berdasarkan penelitian Sciograf terkait profiling yang kami lakukan terhadap presiden joko Widodo sejak menjadi walikota, gubernur, presiden periode I dan periode II, kami menyimpulkan salah satu facet dari Big 5 Personality yang dimiliki oleh Joko Widodo adalah Uncompromising,” tutur Haris.

BACA JUGA :  Daftar Presiden yang di Protes saat di Lantik, Donald Trump Salah Satunya

Dengan sejumlah indikator itu, termasuk desakan publik terhadap perombakan kabinet, Sciograf memprediksi reshuffle dilakukan pada Rabu (Pon) tanggal 23 Desember 2020 atau Rabu (Pahing) 6 Januari 2021.

“Dalam penelitian yang dilakukan oleh Sciograf selama tahun 2020 maka kami menyimpulkan bahwa publik sangat mengharapkan ada penataan kabinet. Terdapat dua waktu yang dapat kami rekomendasikan untuk melakukan reshuffle kabinet,” kata Haris.

Waktu yang tepat untuk melakukan reshuffle menurut Sciograf adalah pada akhir Desember ini yang bisa dianggap sebagai sebuah harapan baru bagi masyarakat Indonesia di tahun 2021. Opsi lain, dapat juga dilakukan pada awal tahun 2021 untuk memberikan momentum dalam memperbaiki pemerintahan di tahun yang baru.

“4 kali reshuffle bertelan dengan hari rabu, pon dan pahing. Sciograf merekomendasikan kepada pak Jokowi bahwa reshuffle harus dilakukan dan waktu yang paling tepat adalah 23 Desember atau 6 Januari 2021,” ungkap Haris.

Prediksi Sciograf pun tidak meleset. Presiden Jokowi melakukan reshuffle kabinet pertama untuk periode keduanya pada Rabu (Pon) tanggal 23 Januari 2020. Jokowi memang mengumumkan sehari sebelumnya yakni pada Selasa (22/12/2020), namun pelantikan menteri baru dilakukan pada Rabu (23/12/2020).

Ada 6 menteri dan 5 wakil menteri (wamen) yang dilantik Jokowi setelah melakukan reshuffle. Adapun 6 menteri baru itu adalah Tri Rismaharini (Risma) sebagai Menteri Sosial, Sandiaga Salahudin Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan, Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama, Wahyu Sakti Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, dan M Luthfi sebagai Menteri Perdagangan.

Kemudian 5 wamen yang dilantik Jokowi yaitu Letjen TNI Muhammad Herindra sebagai Wakil Menteri Pertahanan, Edward Omar Syarif Hiariej sebagai Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia, Dante Saksono Harbuwono sebagai Wakil Menteri Kesehatan, Harvick Hasnul Qolbi sebagai Wakil Menteri Pertanian, dan Pahala Nugraha Mansyuri sebagai Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara. (ilp/ijs)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar