Ridwan Kamil Usul Tokoh Ulama Divaksin Terlebih Dahulu, Ini Alasannya!

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Dok Humas Pemprov Jabar)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Dok: Humas Pemprov Jabar)
Bagikan:

Bandung – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menginginkan kolaborasi antara Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar dengan tokoh agama untuk menyukseskan program vaksinasi Covid-19.

“Saya berharap, pihak ulama atau tokoh agama bisa divaksin terlebih dahulu. Dalam hal ini, Ketua MUI, Ketum PWNU, Ketum Muhammadiyah Jabar yang mewakili mayoritas masyarakat muslim di Jabar. Saya minta bisa dilobi secara khusus. Bila mereka berkenan, itu kabar yang sangat baik.

Bacaan Lainnya

Kang Emil -panggilan akrab Ridwan Kamil-  mengatakan ajakan tokoh ulama untuk meyakinkan seluruh warga Jabar pentingnya melaksanakan kegiatan vaksinasi Covid-19. Program ini menjadi salah saru solusi untuk menurunkan angka Covid-19 di Indonesia.

Diketahui, Provinsi Jabar mendapat jatah sementara 97.080 dosis. Kang Emil berencana, vaksinasi pertama kali dilakukan di tujuh daerah yakni Kota Bandung, Bekasi, Bogor, Depok, dan Cimahi, serta Kabupaten Bandung dan Bandung Barat dan mulai pada Kamis (14/1/2021).

Melihat dari perkembangan zona risiko atau level kewaspadaan di Jabar selama periode 4 hingga 10 Januari, terdapat enam kabupaten/kota berstatus zona merah (risiko tinggi).

”Kami telah mengklasifikasikan zona merah yakni Kota Bekasi dan Depok serta Kabupaten Garut, Ciamis, Karawang, Bekas. Mohon maaf yang sebesar-besarnya, namun harus saya sampaikan. Kabupaten Karawang sudah lima minggu berturut-turut berada di zona merah. Kami sudah mengirimkan tim khusus ke sana. Mudah-mudahan bisa cepat pulih,” ungkap Ridwan Kamil.

Meski demikian, tingkat kesembuhan atau case recovery rate (CRR) di Jabar 83,81 persen dan tingkat kematian atau case fatality rate (CFR) 1,25 persen per 10 Januari. Sementara itu, angka reproduksi efektif (Rt) 1,82 per 8 Januari.

BACA JUGA :  Abdurrahman Abubakar Bahmid: Pemberantasan Terorisme Harus Jadi Fokus Kapolri Baru

Pemprov akan memprioritaskan vaksin untuk SDM yang berada di fasilitas pelayanan kesehatan dan 10 pejabat publik esensial,” papar Kang Emil.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum akan menjadi orang pertama yang terlibat dalam program vaksinasi terutama di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jabar.

“Saya sudah terlebih dahulu menjadi relawan uji klinis fase ketiga vaksin Covid-19 di Indonesia,” ungkap Kang Emil.

Ridwan Kamil menerangkan, ada 11 ribu relawan vaksinator atau tenaga penyuntik vaksin yang sudah dilatih hingga akhir Januari nanti. Ia akan terus menambahkan jumlah vaksinator untuk menyelesaikan program vaksinasi dalam kurun waktu enam bulan.

“Pemprov akan menambahkan jumlah vaksinator seperti arahan dari Presiden Jokowi. Target dari pemerintah pusat kurang dari setahun agar ekonomi cepat membaik,” kata Kang Emil.

(FWI/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *