Risma Blusukan di DKI Jakarta, Pengamat: Untuk Apa?

Menteri Sosial Tri Rismaharini blusukan
Menteri Sosial Tri Rismaharini blusukan
Bagikan:

Jakarta – Aksi blusukan Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini (Risma) di beberapa wilayah di DKI Jakarta yang dilakukan beberapa pekan lalu masih menjadi perbincangan publik, terutama warganet.

Publik menyoroti, Risma yang saat menemui masyarakat yang hidup di kolong jembatan dan kawasan utama Ibukota, Sudirman-Thamrin banyak menjanjikan penghidupan lebih layak kepada para tunawisma yang ia temui, seolah menihilkan peran dan kinerja Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama jajarannya.

Bacaan Lainnya

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisaksi, Trubus Rahadiansyah ikut menanggapi aksi blusukan yang dilakukan Risma di DKI Jakarta.

Trubus mengatakani, aksi blusukan tak mesti dilakoni sekelas menteri. Bukan hanya tak efektif, kata Trubus, namun Risma juga tidak mampu menyelesaikan permasalahan utama dari Kementerian, yakni cap buruk ladang korup karena kasus sunat bansos Mensos terdahulu. Risma melakukan manuver itu di tengah tumpukan piring kotor Kemensos.

“Harusnya membenahi tata kelola Kemensos. Pembenahan SDM. Perampingan organisasi, dan karena itu kan organisasinya korup,” ujar Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisaksi, Trubus Rahadiansyah saa dihubungi awak media, Rabu (7/1/2021).

Trubus mengingatkan, Kemensos merupakan institusi teknis yang mengurusi banyak hal di tengah situasi pandemi covid-19. Persoalan koordinasi dari tingkat pusat hingga ke darah pun, kata dia, masih bermasalah.

“Enggak esensial. Enggak ada urgensinya juga, untuk apa? Masyarakat juga sebetulnya tidak membutuhkan lagi gitu,” tambah dia.

Di sisi lain, Trubus mengungkapkan bahwa tebar janji Risma di DKI agak sulit diwujudkan dalam jangka pendek ini. Secara logika, kata Trubus, Risma akan sulit untuk menyiapkan alokasi anggaran untuk memenuhi semua janji.

BACA JUGA :  Trenggono Bersikeras Tak Ingin Buka Keran Ekspor Benur Dalam Waktu Dekat

“Misalnya Mensos itu janji mau bikinnya rumah, pertanyaannya anggarannya dari mana? Anggaran kementerian itu kan harus dianggarkan melalui APBN dulu. Jadi enggak bisa ujuk-ujuk nawarin. Kecuali sifatnya pribadi, ya itu bisa,” tambahnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto membantah Risma hanya melakukan aksi blusukan di Jakarta. Sejak menjabat sebagai Mensos, kata dia, Risma blusukan ke seluruh wilayah di Indonesia, termasuk ke Ponorogo, Jawa Timur (Jatim) beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan karakter kepemimpinan Risma ialah turun dan menyapa rakyat khususnya yang miskin, terpinggirkan, yang diperlakukan tidak adil, ‘wong cilik rakyat Marhaen’ di setiap kunjungan ke daerah.

“Risma melakukan blusukan bukan hanya akan di Jakarta. Tapi juga di seluruh wilayah Indonesia yang merupakan wilayah kerjanya sebagai menteri sosial. Pada akhir tahun lalu, Risma sempat berkunjung ke Ponorogo untuk bertemu penyandang disabilitas,” tutur Hasto.

(Nad/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *