Ruangan Penuh, RSSA Malang Rawat Pasien Covid di Lobi

Bagikan:

Jakarta – Kapasitas keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar (RSSA) Kota mencapai 100 persen.

Kondisi tersebut menyebabkan penumpukan pasien covid seperti yang terlihat dalam unggahan akun Twitter @aik_arif yang diunggah Minggu kemarin (20/12/2020).

Dalam gambar hasil capture CCTV terlihat, setidaknya 9 tempat tidur pasien covid berjejer di luar ruangan. Kejadian itu diduga terjadi di lobi Instalasi Covid-19 serta Infeksius Terpadu (INCOVIT) milik RSSA Malang.

BACA JUGA :  Motif Pengunggah Video Syur Mirip Artis GL Terungkap

“Kami dari RSSA memang belum bisa memastikan sumber foto-foto tersebut ya dari mana. Namun memang jika lihat dari gambar dan kondisinya itu memang sangat menyerupai, identik dengan INCOVIT kami,” kata Kepala Bagian Humas RSSA Dony Iryan Vebri Prasetyo, Senin (21/12/2020).

Dony membenarkan bahwa RSSA Malang dalam dua pekan terakhir ini memang mengalami kenaikan atau lonjakan jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. Untuk itu, saat ini pihaknya tengah memodifikasi sejumlah ruangan termasuk menambah tempat tidur di Instalasi Gawat Darurat (IGD), sehingga dapat menampung pasien-pasien dengan gejala atau terkonfirmasi Covid-19.

“Kondisinya memang fluktuatif ya, rata-rata BOR kami memang 85 persen terisi, namun juga pernah terisi penuh. Maka dari itu, kami sekarang modifikasi ruang IGD sebagai penerima pasien pertama, dari yang awalnya menampung hanya 20 pasien, saat ini kami tambah sudah menampung 30 tempat tidur, jadi tambah 10 ya,” ungkap Dony.

Tak hanya itu, pihaknya juga berencana menambah jumlah tempat tidur di ruang isolasi Covid-19 sebanyak 53 tempat tidur. Saat ini, RSSA Malang memiliki empat lantai yang khusus difungsikan sebagai ruang perawatan pasien covid-19 dengan total 94 tempat tidur.

BACA JUGA :  Paus Terdampar Mati di Pantai Maluku Utara, Matheus Pasimanjeku Harap Ada Penelitian

Dengan penambahan tersebut, maka RSSA Malang akan memiliki 147 tempat tidur.

Kendati demikian, Dony menegaskan penambahan tempat tidur dilakukan secara bertahap, sebab pihaknya juga perlu mempersiapkan penambahan tenaga medis.

“Ada penambahan tempat tidur sebanyak 53, tapi bertahap ya. Saat ini masih 113 tempat tidur, dan kami juga sejak dua hari lalu membuka relawan,” kata Dony.

Dony juga memastikan, secara bertahap, pasien dengan kondisi ringan dan sedang akan dirujuk ke RS Lapangan Idjen Boulevard yang terletak di Politeknik Kesehatan Malang, yang belum lama ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

“Kami akan lakukan rujuk ke RS Lapangan terutama yang gejala ringan dan sedang,” pungkas Dony.

(Nad/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *