Saatnya Petani dan SMK Berkolaborasi, Bustami Zainudin: Melangkah Saja Dulu dari yang Terkecil

Bagikan:

LAMPUNG – Anggota Komite II DPD RI Bustami Zainudin mengharapkan produk olahan makanan yang dihasilkan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di Lampung bisa dipasarkan di rest area Tol Trans Sumatera, mal hingga pedagang-pedagang kelas menengah.

Lampung diyakini tidak kehabisan stok untuk sumber pertanian dan perkebunan. Ini dilihat dari  hasil pertanian yang setiap hari didistribusikan ke sejumlah kota besar khususnya Jakarta. Apalagi 9,7 juta jiwa penduduk Lampung ini bekerja di sektor pertanian.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA :  Tumbuhkan Kearifan Lokal, Bustami Zainudin Meminta Revitalisasi Pasar Diperluas  

Menurut Bustami, Provinsi Lampung memiliki banyak potensi yang bisa digerakan khususnya dalam bidang pertanian dan perkebunan. Karena itu, Bustami mengusulkan agar petani dan SMK bekerjasama.

Anggota Komite II DPD RI Bustami Zainudin

Ini harus digerakkan dan terus dikembangkan agar lulusannya bisa berkontribusi baik ditingkat daerah, provinsi maupun nasional. “Ada olahan makanan, ada olahan kopi. Saya melihat  pengemasanya juga apik. Maka layak jika dipromosikan dan dijajakan minimal di rest area Tol Trans Sumatera,” imbuh Sentor Asal Lampung itu.

BACA JUGA :  Aktivitas Gunung Raung Meningkat, Abu Vulkanik Capai Bali

Langkah kecil ini, menurut Bustami harus dilakukan. Minimal ini melatih siswa SMK memberikan kontribusi untuk daerah. “Dinas Pendidikan dan Kebudayaan punya otoritas untuk ini. Memang tidak mudah, khususnya dalam memberikan sarana dan prasarana sekolah harus dipersiapkan dengan baik,” imbuh Bustami.

Dengan adanya olahan di tingkat SMK, Bustami optimistis hasil-hasil petani di Lampung dapat diserap meski skalanya masih kecil. “Melangkah saja dari yang terkecil, yakin jika kemasannya baik, produk yang dihasilkan mampu bersain, nilai jualnya pun akan tinggi,” tutur Bustami. (ijs/ful)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *