Sampah dan Reboisasi Jadi Isu Lingkungan Terhot Minggu Ini

Bagikan:

Jakarta – Sampah dan reboisasi adalah dua topik lingkungan hidup dan kehutanan (LHK) yang paling banyak diperbincangkan di media sosial dan media online minggu ini, 30 Des – 6 Jan 2020. Seperti hasil bacaan mesin big data Sciograf, sekitar 236 atau sekitar 46,4 persen pembincangan tentang LHK di twitter membahas prihal sampah dan limbah. Sementara, terdapat 103 atau sekitar 20,4 persen perbincangan menyangkut isu reboisasi.

Isu reboisasi paling banyak memperbincangkan soal masuknya isu perhutanan sosial pada UU Cipta Kerja (Omnibuslaw).

Bacaan Lainnya

“OBL sgt berpihak pd masyarakat & restorative justice, hal ini dibuktikan dg masuknya Perhutanan sosial sbg sentral ekologi, ekonomi & kesejahteraan” cuit akun bernama Rizzie Putre Kalakey, yang juga memention beberapa akun lainnya,  termasuk akun @jokowi.

BACA JUGA :  Dituding Hasil Tempelan, Foto Gunung Pangrango Tuai Kontroversi

Tak hanya itu, akun @rizzie putra ini  juga menguggah sebuah poster berlatar hutan tropis dengan pernyataan manarik,  “Masuknya perhutanan sosial dalam UU Cipta Kerja menujukkan negara hadir untuk masyarakat. Oleh karenanya perhutanan sosial harus diletakkan sebagai sentral karena memuat tiga hal ekologi, ekonomi, dan kesejahteraan. Undang-undang Cipta Kerja Sangat berpihak kepada masyarakat dan mengedepankan restorative justice”.

Cuitan ini diretweet oleh sejumlah akun. “UU Cipta Kerja memberikan porsi utama dalam pengembangan ekonomi hijau guna memperbaiki kesejahteraan rakyat secara keseluruhan”. Cuit akun @nyai_agengjogja.

Sedangkan isu sampah dan limbah lebih banyak diangkat oleh pemberitan media daring. Terdapat 298 atau sekitar 53,6 persen pemberitaan lingkungan hidup yang membahas permasalahan sampah tersebut. Kemudian disusul isu Karhutla, yang diberitakan 101 media atau sekitar 18,2 persen.

Mesin bigdata Sciograf mencatat, tingginya perbincangan soal sampah dan limbah banyak lebih banyak berkaitan dengan situasi cuaca terkini, dimana Indonesia sudah mulai memasuki musim hujan.

Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, umumnya wilayah Indonesia memasuki musim penghujan,  termasuk diantaranya Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya.

BMKG mengeluarkan statemen agar warga masyarakat segera melakukan mitigasi bencana, salah satunya adalah dengan menangani sampah.

BACA JUGA :  Anjing-anjing Joe Biden Mulai Sesaki Gedung putih

Lembaga tersebut  menghimbau pihak-pihak terkait di pemerintah pusat dan pemerintah daerah, ataupun masyarakat yang tinggal di daerah yang berpotensi mendapatkan curah hujan tinggi hingga sangat tinggi, agar mewaspadai adanya ancaman bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, longsor dan banjir bandang, serta diminta terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini dari BMKG.

Seperti halnya Kepala BMKG Bandung Tony Wijaya, mengeluarkan pernyataan kepada media. “Antisipasi musim hujan, dengan membersihkan saluran air, sungai. Masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Mencegah longsor dengan penghijauan, mengecek gejala awal longsor, misal retakan tanah di lereng dan lainnya,”  katanya menghimbau warga. (ILP/IJS)

 

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *