Sampah Medis di Muara Sungai Jakarta Terus Meningkat saat Pandemi

Sampah medis memenuhi Sungai Cisadane, Kota Tangerang. Foto: Liputan6.com/Pramita Tristiawati
Bagikan:

Jakarta – Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) merilis hasil monitoring sampah medis atau Alat Pelindung Diri (APD) semasa pandemi Covid-19.

Hasil monitoring ini tertulis dalam jurnal Chemosphere berjudul “Unprecedented plastic-made personal protective equipment (PPE) debris in river outlets into Jakarta Bay during Covid-19 pandemic“.

Riset yang dilakukan oleh kolaborasi peneliti LIPI M. Reza Cordova, Intan Suci Nurhati, Marindah Yulia Iswari bersama Prof. Etty Riani (Institut Pertanian Bogor) dan Dr. Nurhasanah (Universitas Terbuka) menyimpulkan, sampah medis di muara sungai menuju Teluk Jakarta meningkat selama pandemi Covid-19.

Berdasarkan riset ini, sebanyak tujuh tipe dari 19 kategori sampah yang menuju Teluk Jakarta melalui Sungai Marunda dan Cilincing antara bulan Maret hingga April 2020 berhasil diidentifikasi.

Dari total sampah yang terbawa aliran sungai, didominasi oleh plastik sebanyak 6-57 persen.

“Jumlah sampah secara umum meningkat sebesar lima persen, namun juga mengalami penurunan berat sebesar 23-28 persen,” papar Reza, Kamis (31/12/2020).

Hal ini menguatkan indikasi perubahan komposisi sampah semasa pandemi, yakni meningkatnya sampah berbahan plastik yang relatif lebih ringan.

Riset ini mencatat kehadiran sampah, seperti masker medis, sarung tangan, pakaian hazmat, pelindung wajah, jas hujan, lebih mencolok dibandingkan dengan sebelum pandemi.

Untuk sampah APD diketahui menyumbang 15-16 persen dari total sampah di kedua muara sungai, yaitu sebanyak 780 item atau 0,13 ton per harinya.

Reza berharap, meningkatnya sampah APD dibarengi dengan perbaikan pengelolaan sampah medis yang bersumber dari rumah tangga.

“Sampah APD meningkatkan beban pencemaran. Tidak menutup kemungkinan sampah tersebut menjadi tempat ‘penempelan’ mikroorganisme patogen dan bahan berbahaya bagi ekosistem perairan, serta melepas bahan aditif lainnya,” jelasnya. (Zak/IJS)

BACA JUGA :  Rutin Tes Swab PCR Bukan Jaminan Bebas Dari Covid-19

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *