Satu Jam Jelang Pergantian Tahun 2021, Inggris Resmi Keluar Uni Eropa

Inggris keluar dari Uni Eropa
Bagikan:

London – Setelah beberapa tahun belakangan masih ramai Tarik ulur keluarnya Inggris dari Uni Eropa, di penghujung tahun 2020, saat jam raksasa Big Ben di London menunjukkan pukul 23.00, Inggris secara resmi keluar dari Uni Eropa (Brexit), pada Kamis (31/12/2020).

Keluarnya Inggris dari Uni Eropa ini ditandai dengan keluarnya Inggris dari pasar tunggal Uni Eropa dan serikat pabean blok tersebut persis pada malam menjelang tahun baru 2021.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson menuturkan, Brexit merupakan “momen yang luar biasa” yang dinilainya menjadikan Inggris sebagai negara global yang tidak terbelenggu dari aturan yang ditetapkan Uni Eropa.

“Kita memiliki kebebasan di tangan kita dan ini semua akan terserah pada kita untuk memaksimalkannya,” ungkap Boris.

Johnson bersumpah akan tetap menjadikan Inggris sebagai negara “terbuka, murah hati, berpandangan luas, internasionalis, dan menerapkan prinsip perdagangan bebas” meski sudah keluar dari Uni Eropa.

Sebelumnya, Inggris dan Uni Eropa menandatangani Perjanjian Kerja Sama dan Perdagangan usai Brexit pada Rabu (30/12/2020). Kesepakatan itu diteken sehari sebelum Inggris memisahkan diri dari pasar tunggal Uni Eropa.

Kesepakatan tersebut menjadi akhir yang melegakan setelah perundingan antara Inggris dan Uni Eropa selama sembilan bulan berjalan sangat alot.

“Ini merupakan jalan yang panjang. Ini saatnya menaruh Brexit di belakang. Masa depan kita diciptakan di Eropa,” ujar Presiden KomisiUni Eropa, Ursula von der Leyen sambil tersenyum dalam acara seremoni penandatangan di Brussel

Usai diteken von der Leyen, dokumen setebal 1.246 halaman itu diterbangkan pesawat Royal Air Force ke London untuk ditandatangani oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

Setelah membubuhkan tandatangannya, Johnson mengangkat jempol. Ia menyebut momentum tersebut sebagai awal dari hubungan yang indah antara Inggris dengan negara sahabat dan mitranya di Uni Eropa.

BACA JUGA :  Polri Alat Negara, Bukan Alat Kekuasaan

“Ini merupakan kesepakatan yang bagus untuk negara ini dan juga untuk teman dan mitra kami,” ujar Johnson.

Dokumen kesepakatan itu menjelaskan secara detail penampang perdagangan, penegakan hukum, dan penyelesaian konflik di antara kesepakatan yang akan memisahkan pasar Inggris Raya dan Eropa pada 31 Desember 2020.

Secara hukum, Inggris mulai meninggalkan Uni Eropa terhitung pada 31 Januari 2020. Namun, masa transisi sempat terhenti lantaran sejumlah negosiasi pasca-Brexit dengan Uni Eropa mandek, terutama terkait perjanjian perdagangan bebas dengan Brussels.

Setelah hampir setahun tarik ulur, Inggris dan Uni Eropa akhirnya menyepakati kesepakatan perdagangan bebas pada Malam Natal kemarin. Karena transisi Brexit sudah selesai sekarang, aturan Uni Eropa tidak lagi berlaku bagi Inggris.

Salah satu konsekuensi paling terasa dari hal tersebut adalah pergerakan 500 juta orang antara Inggris dan 27 negara Uni Eropa lain tidak lagi bebas, harus menggunakan visa. Pemeriksaan bea cukai juga kembali dilakukan bagi warga Uni Eropa yang datang ke Inggris, begitupun sebaliknya.

Meski kesepakatan perdagangan Inggris-Uni Eropa telah dicapai, Inggris diperkirakan tetap akan menerima sejumlah aturan tambahan untuk bertransaksi dengan hampir 450 juta konsumennya di negara Uni Eropa.

Inggris merupakan negara anggota Uni Eropa pertama yang keluar dari blok yang dibentuk untuk mempersatukan negara di kawasan pasca-Perang Dunia I.

Uniknya, setelah resmi Inggris keluar pada malam tahun baru kemarin, ayahanda sang perdana menteri inggris, Stanley langsung mengungkapkan rencananya untuk pindah kewarganegaraan, dari Inggris ke Prancis.

Stanley mengungkapkan keputusan untuk pindah kewarganegaraan lantaran darah Prancis telah ada di dalam dirinya secara turun temurun. Stanley memang sejak awal menolak Inggris keluar dari Uni Eropa dan aktif berkampanye menolak Brexit.

BACA JUGA :  Senator Milenial Wa Ode Rabia Soroti Penemuan Seaglider di Selayar

“Saya akan selalu menjadi orang Eropa, itu pasti,” ujar Stanley

(Nad/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *